MAKALAH KIMIA
APLIKASI JERAMI PADI UNTUK PERBAIKAN TANAH, PRODUKSI TANAH DAN
PRODUKSI SAWAH
Oleh
TRI
NOVELA
15251421016
Dosen Pembimbing :
SRI KEMBAR YANTI PUTRI, ST., M.P
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PRODUKSI PERTANIAN
JURUSAN BUDIDAYA TANAMAN PANGAN
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH
TANJUNG PATI
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kerap kali petani
dibuat bingung dan penting dengan kondisi tanah sawah yang dimilikinya, jumlah
pupuk yang digunakan selalu bertambah, jika tidak ditambah, tanaman padi
miliknya tidak sebagus musim yang lalu. Mungkin mereka lupa, bahwa tanaman padi
menyerap unsur unsur-unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya. Tetapi
yang mereka lakukan adalah terus melakukan pemupukan yang berlebihan, akhirnya
sampai pada titik jenuh, dimana pertambahan pupuk malah membawa penurunan hasil
panen.
Kondisi yang
sebenrnya terjadi adalah kondisi miskin bahan organik pada tanah. Keberadaan
mikroba tanah sangat sedikit jumlahnya karena tidak adanya pemasukann bahan
organik ke dalam tanah, penggenangan air pada lahan sawah yang menyebabkan
kondisi anaeorob, padahal dalam perkembangannya, mikroba juga membutuhkan
udara, dan penggunaan pestisida diatas diatas amabang batas ketentuan
penggunaannya, juga pemasokan solar dan bahan kimia lain ke lahan sawah, semua
ini akhirnya menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bagi pertumbuhan mikroba
tanah.
Limbah dari hasil
panen padi sangat berlimpah, berupa jerami, sekam, berkasul, semuanya dapat
dimanfaatkan untuk mengembalikan kesuburan tanha. Prinsipnya dari tanah kembali
ke tanah dan zero waste, tidak ada yang tidak dimanfaatkan, mari kita coba dulu
dengan limbah berupa jerami. (petani kerawang, 2010)
Dalam innovasi
untukaplikasi jerami padi dapat dilakukan dengan cara pengomposan dan pengembalikan
kedalam tanah. Konsep ini merupakan cermin dari pertanian organik yang
didasarkan dari pengalaman dan pengetahuan petani.
Jerami padi sebagai
hasil sisa panen belum dimanfaatkan secara optimal, pada sisi lain jerami
sebagai sumber organik bagi hayati tanah dan sumber hara tanaman. Aplikasi yang
tepat akan memperbaiki komunitas hayati tanah sehingga dapat mengembalikan
peranan hayati bagi kesuburan tanah dan saling mendukung bagi keberlangsungan
proses siklus hara, membentuk biogenic soilstructure yang mengatur
terjadinya proses fisika, kimia dan
hayati tanah. (
Sejalan dengan
makin banyaknya bahay yangditimbulkan oleh paket pertanian modern, seperti
pestisida, herbisida, dan pupuk kimia terhadap lingkungan, maka dampak negatif
paket pertanian modern mulai mendapatkan perhatian. Meskipun pakar lingkungan
mulai memperhatikan masalah yang berhubungan dengan penggunaan bahna kimia
pertanian sejak 20 tahun tahun sebelumnya (Kohl et al., 1970), tetapi
perhatian terhadap dampak penggunaan pupuk kimia mulai tampak pada akhir tahu/n
tujuh puluhan, setelah residu pupuk, terutama nitrogen, mulai diketahui telah
mencemari air tanah sebagai sumber air minum dan bahaya yang ditimbulkannya
terhadap kesehatan manusia.(Rachman.S,2002).
1.1 Tujuan
a. Melihat potensi jermai padi dalam memperbaiki
tanah, produksi tanah dan produksi sawah.
b. Mengetahui pengaruh jerami padi pada tanah dan
sawah.
c. Untuk mengetahui perbedaan pengaruh dengan jerami
padi dan tanpa jerami padi.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apakah jerami padi itu ?
b. Kandungan apa yang ada pada jerami padi?
c. Manfaat apa saja yang terdapat pada jerami padi ?
d. Bagaimana cara pengaplikasian jerami padi?
e. Bagaiman pengaruh jerami padi pada tanah dan sawah
?
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Tanah
Bagi kita yang berkecimpung dalam dunia pertanian,
tanah merupakan tempat bercocok tanam yang tersusun atas bantuan, mineral dan
bahan organik yang membusuk atau melapuk pada lapisan atas karena proses waktu.
Jadi, jika tanah pertanian terbentuk seperti pada definisi tersebut maka urusan
dalam bercocok tanam umunya tidak mengalami kesulitan .
Tanah yang dikehendaki tanaman adalah yang
berstruktur gembur, didalamnya terdapat ruang pori-pori yang dapat diiisi oleh
air tanah dan udara. Air tanah dan udara sangat penting bagi pertumbuhan akar
tanaman. Tanah yang dikehendaki tanaman adalah struktur tanah yang remah.
Keuntungan struktur yang remah adalah udara dan air tanah berjalan lancar serta
temperatur stabil.
Salah satu contoh tanah yang berstruktur jelek adalah
tanah liat. Tanah ini tersusun atas partikel-partikel yang cukup kecil.
Ukurannya sangat kecil jika dibandingkan dengan tanah pasir.
Mengapa masih banyak tanaman yang tumbuh tidak
subur meskipun ditanam bukan di tanah pasir dan tanah liat ? Kasus serupa ini
memang paling banyak terjadi dan sering dikeluhkan petani. Ini ada hubungannya
dengan kesuburan tanah yang m






Tidak ada komentar:
Posting Komentar