Pengenalan Peralatan Labor
Oleh:
Sherly Aulianda
1401321007
Dosen Pembimbing :
Dr .Ir.Agustamar,MP
PROGRAM STUDI BUDIDAYA TANAMAN PANGAN
JURUSAN BUDIDAYA TANAMAN PANGAN
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH
TANJUNG PATI
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan Laporan Peralatan Labor. Adapun penulisan laporan ini merupakan salah satu tugas yang harus dipenuhi pada semester II Program Studi Budidaya Tanaman Pangan Jurusan BudidayaTanaman Pangan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.
Pada kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dorongan sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini.
Tak ada gading yang tidak retak, tak ada manusia yang sempurna, masih banyak kekurangan pada laporan ini.Untuk itu penulis dengan senang hati menerima kritikan dan saran dari para pembaca yang sifatnya membangun demi kesempurnaan penulisan ini.
Harapan penulis semoga laporan ini dapat bermanfaat dan berguna bagi para pembaca umumnya dan ilmu pengetahuan khususnya.
Tanjung Pati, Mei 2015 SA
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil
3.2 Pembahasan
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Alat adalah suatu benda yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu, perkakas, perabot, yang untuk mencapai maksud hal yang harus diperhatikan adalah kebersihan dari alat yang digunakan. Kebersihan dari alat dapat mengganggu hasil pratikum. Apabila alat yang digunakan tersebut tidak bersih, maka akan terjadi hal- hal yang tidak diinginkan. Contohnya jika pada alat – alat tersebut masih tersisa zat – zat kimia, maka zat tersebut dapat saja bereaksi dengan zat yang
kita gunakan sesudahnya dan dapat mengakibatkan kegagalan dalam pratikum
Kesalahan dalam penggunaan alat dan bahan dapat menimbulkan hasil yang didapat tidak akurat dalam hal ilmu.
Dalam prakteknya, seseorang yang mempelajari atau menekuni bidang kimia akan selalu dihadapkan pada hal-hal yang berhubungan dengan bahan-bahan kimia yang berbahaya dan merugikan kehidupan manusia terutama bagi orang tersebu. Selain bahan kimia, penggunaan peralatan juga penting dalam melakukan praktek di laboratorium kimia. Kesalahan penggunaan alat dan bahan merupakan salah satu penyebab terjadinya hal-hal yang kurang mnguntungka atau berbahaya bagi dirinya maupun orang lain
Oleh karena itu, pemahaman fungsi dan cara kerja peralatan serta bahan harus mutlak dikuasai oleh praktikan sebelum melakukan praktikum di laboratorium kimia. Bukan hal yang mustahil bila terjadi kecelakaan di dalam laboratorium karena kesalahan dalam pemakaian dan penggunaan alat – alat dan bahan yang dilakukan dalam suatu pratikum yang berhubungan dengan bahan kimia berbahaya, disamping itu, pemilihan jenis alat yang akan digunakan dalam penelitian disesuaikan dengan tujuan penelitian. Agar penelitian berjalan lancar.
Pengenalan alat-alat praktikum penting dilakukan guna untuk keselamatan kerja dalam melakukan proses penelitian. Selain itu juga pengenalan alat praktikum bertujuan agar mahasiswa mengetahui nama dan fungsi dari alat-alat tersebut. Alat-alat praktikum sangat di butuhkan dalam proses penilitian atau pun prktikum terutama dalam proses praktikum pengenalan peralatan laboratorium. Ada banyak sekali alat-alat yang digunakan dan mempunyai fungsi masing-masing didalam bidang keilmuan atau pun proses penilitian tertentu, tentu alat-alat ini sangat di butuhkan sekali. Maka diperlukannya pengenalan alat-alat laboratorium agar penggunaan alat tersebut dapat dipergunakan dengan fungsi dan prosedur yang baik dan benar, sehingga kesalahan yang terjadi dapat diminimalisir sedikit mungkin. Hal ini penting agar mendapatkan hasil penelitian yang baik dan benar.
1.2 Tujuan
a. Mahasiswa mengetahui nama dan fungsi alat – alat laboratorium
b. Mahasiswa mengetahui cara penggunaan beberapa alat – alat laboratorium sehingga mengurangi kecelakaan kerja dalam penggunaan alat.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Alat – alat laborarorium merupakan alat yang kita butuhkan dalam proses penelitian atau pun prose pratikum. Daalm pratikum pengenalan alat laboratorium dan alat sterilisasi akan dijelaskan secara detail emngenai fungsi dan spesifikasi masing – masing alat tersebut. Strerilisasi adalah usaha untuk membebaskan bahan- bahan dari mikroba yang tidak diinginkan (Anonim, 2013) .
Pada umunya kegiatan praktek laboratorium diarahkan pada upaya supaya mahasiswa di tuntut untuk menguji, memverifikasi atau membuktikan hukum atau prinsip ilmiah yang sudah dijelaskan oleh dosen, asisten dosen atau asisten dosen adalah mahasiswa disuruh melakukan percobaab dengan prosedur yang sudah terstruktur yang membawa mahasiswa kepada prinsip atau hukum yang tidak diketahui sebelumnya dari data empiris yang mereka kumpulkan hasil dari percobaan tersebut. Namun terdapat berbagai kelemahan dasar dari cara sperti ini, secara logis prinsip ilmiah dan hukum alam tidak dapat dibuktikan secara langsung. Prinsip ilmiah dan hukum alam juga tidak dapat diuji hanya dengan jumlah percobaan yang terbatas yang dilakukan oleh mahasiswa.
Keterbatasan alat yang digunakan , keterampilan yang dipunyai, waktu yang singkat dan kompleksitas generalisasi, merupakan keterbatasan percobaan mahasiswa yang menunjukkan hal yang hebat kalau mahasiswa bisa menghasilkan prinsip teoritis yang penting dari sekumpulan data mentah hasil percobaan, maka bimbingan dari dosen dan asisten dosen sangat dibutuhkan dalam proses penelitian. Banyak sekali alat – alat pratikum yang harus kita kenal dan kita ketahui agar dalam proses penelitian dan pratikum berjalan lancar tanpa ada masalah.
Pengenalan alat ini juga akan menambah wawasan dan pengetahuan bagaimana cara kerja alat tersebut beserta fungsinya, tentu dari sini kita bisa belajar bagaimana penggunaannya agar dalam penelitian kita nanti mendapatkan hasil yang akurat dan dapat dipercaya. Hasil penelitian tergantung dari proses penelitian . jika penelitian baik dan penggunaan alatnya benar tentu haisl pengamatan jika tidak sesuai dengan fungsinya maka dari itu kita harus teliti dan membutuhkan pengetahuan.
Bagaimana menggunkan alat tersebut agar tidak terjadi salah penggunaan dan pemakaiannya. Alat – alat laboratorium juga banyak yang berbahaya seperti alat yang harus steril maka sebelum menggunakan alat tersebut kita harus mensterilkan tangan kita. Jika tidak hal itu bisa mengganggu proses suatu penelitian dan tentunya akan berdampak pada hasil penelitian tersebut. Perhatian terhadap penggunaan alat laboratorium harus diperhatikan. Dalam pratikum pengenalan alat-alat laboratorium dan alat-alat sterilisasi masing – masing alat tersebut. Sterilisasi adalah usaha untuk membebaskan bahan – bahan dari mikrobia yang tidak diinginkan ( Anonim,2013 )
Jadi alat – alat sterilisasi adalah alat – alat yang digunkan untuk membebaskan suatu bahan atau alat lain dari mikroba yang tidak diinginkan. Pada umumnya kegiatan praktek laboratorium diarahkan pada upaya supaya mehasiwa dituntut untuk menguji, menverifikasi atau membuktikan hukum atau prinsip ilmiah yang sudah dijelaskan oleh dosen, asisten dosen atau buku test. Ada juga percobaan yang dirancang oleh dosen atau asisten dosen adalah mahasiswa disuruh melakukan percobaan dengan prosedur yang sudah terstruktur yang membawa mahasiswa kepada prinsip atau hukum yang tidak diketahui sebelumnya dari data empiris yang mereka kumpulkan hasil dari percobaan tersebut.
Namun terdapat berbagai kelemahan dasar dari cara seperti ini, secara logis prinsip ilmiah dan hukum alam tidak dapat dibuktikan secara langsun ; prinsip ilmiah dan hukum alam juga tidak dapat diuji hanya dengan jumlah percobaan yang terbatas yang ilakukan oleh mahasiswa. Keterbatasan alat yang digunakan, keterampialan yang dipunyai, waktu yang singkat dan kompleksitas generilisasi, merupakan keterbatasan percobaan mahasiswa yang menunjukan hal yang hebat kalau mahasiswa bisa menghasilkan prinsip teoritis yang penting dari sekumpulan data mentah hasil percobaan. Maka bimbingan dari dosen dan asisten dosen sanagat dibutuhkan dalam proses penelitian ( Anonim, 2013 ).
Fungsi Laboratorium
Menurut Anonim (2003), bahwa fungsi dari laboratorium adalah sebagai berikut :
1. Laboratorim sebagai suber belajar
Tujuan pembelajaran fisika dengan banyak variasi dapat digali, diungkapkan, dan dikembangkan dari laboratorium. Laboratorium sebagai sumber untuk memecahkan masalah atau melakukan percobaan. Berbagai masalah yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran terdiri dari 3 ranah yakni: ranah pengetahuan, ranah sikap, dan ranah keterampilan/afektif.
2. Laboratorium sebagai metode pembelajaran
Di dalam laboratorium terdapat dua metode dalam pembelajaran yakni metode percobaan dan metode pengamatan.
3.Laboratorium sebagai prasarana pendidikan
Laboratorium sebagai prasarana pendidikan atau wadah proses pembelajaran. Laboratorium terdiri dari ruang yang dilengkapi dengan berbagai perlengkapan dengan bermacam-macam kondisi yang dapat dikendalikan, khususnya peralatan untuk melakukan percobaan.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil
1. Identifikasi dan operasionalalatpengukur ph
A. Spetrophotometer
B. pH meter
C. pH skala dan pH digital
D. Kertas lakmus
2. Alat Penunjang Kesuburan Tanah di Lab. Tanah
1. Lumpang / Alu
2. Ring Sampel
3. Pipet takar
4. Gelas ukur
5. Timbangan
6. Corong
7. Erlemeyer
8. Ring sampael
9. Gelas piala
10. Botol Semprot
11. Cawan aluminium
12. Kertas Saring
13. Aluminium poil
14. Presure plate
15. Permeabelitas tanah
16. Rak pengering
17. Tabung reaksi
18. Labu ukur
19. Pinset
20. Kasa Granda
21. Timbangan analitik
3. Identifikasi Dan Operasional Alat Ukur Nitrogen (N) Dan Kalium (K)
A. Destruktor
B. Destilator
C. Flame photometer
D. Oven
E. Alat PF
4. Perlatan AAS
a. Lampu catoda
b. Gas oksigen
c. Barner
d. Ex house
e. UVS
f. Komputer
g. Spetro Photo Meter Mini
h. Printer
i. Tabung Oksigen
j. Alat Ukur Tekanan
3.2 Pembahasan
1.Identifikasi dan operasionalalatpengukur pH
A. Spetrophotometer
Fungsi :
Alat untuk mengukur transmitansi atau absorbs cahaya oleh suatu sampel sebagai fungsi dari panjang gelombang dan dibandingkan dengan standar tertentu. Selain itu juga digunakan untuk mengukur sederetan sampel pada suatu panjang gelombang tunggal.
Cara Kerja:
Cahaya dari sumber cahaya yang masuk ke monokromator dan didispersikan menjadi cahaya monokromatis. Cahaya monokromatis ditransmisikan melalui sampel dalam tempat sampel dan jatuh pada dector, kemudian dikonversikan sinyal listrik yang memperkuat dan tercatat pada rekorder.
Cara operasi
1. Untuk mengukur Co organik P, C, Fe.
2. Tekan tombol power
3. Tunggu alat panas sampai 5-10 menit
4. Tanda alat panas angka akan timbul dari layar
5. Alat siap pakai.
6. Untuk mengganti bahan alat dinolkan terlebih dahulu
Identifikasi Tombol Peralatan
1. Tombol kekanan,kekiri,keatas,dan kebawah di gunakan untuk mengatur ukuran sampel yang akan di ukur sesuai dengan ketentuan
2. Tombol CAL berfungsi untuk menolkan kembali
3. Tombol print untuk mencetak data
B.pH meter
Fungsi pHmeter
adalah : alat untuk mementukan ph dan mengukur daya hantar listrik.
pH adalah suatu satuan ukur yang menguraikan derajat tingkat kadar keasaman atau kadar alkali suatu larutan. Unit ph di ukur pada skala 0 sampai 14. Istilah PH berasal dari ‘p’,lambing matematika dari negative logaritma , dan ‘H’ lambing kimia untuk unsure hydrogen. Untuk menyatakan derajat keasaman suatu larutan di pkai pengertian ph.
Atas dasar pengertian ini,di tentukan :
Jika nilai ph = POH= 7,maka larutan bersifat netral
Jika nilai ph < 7,maka larutan bersifat asam
Jika nilai ph > 7,maka larutan bersifat basa
Pad asuhu kamar,pkw =ph + poh = 14
Cara Operasional :
Setelah ph meter di kalibrasi,maka ph meter sudah siap di gunakan. Biasanya kalibrasi di sarankan di lakukan 1 kali sehari sebelum di lakukan.
Cara pengukurannya :
1. siapkan larutan yang akan di ukur ph-nya
2. jika larutan panas,biarkan larutan mendingin sampai suhunya sama dengan suhu ketika kalibrasi
3. masukkan elektroda ke dalm larutan
4. nyalakan ph meter dengan menekan tombol on off
5. tekan tonbol MEAS pada tombol pengaturannya untuk memulai pengukuran ,pada layar akan muncul tulisan HOLD yang kelap kelip
6. biarkan sampai tulisan HOLD berhenti kelap kelip
7. nilai ph akan di tunjukkan pada layar adalah nilai ph pada larutan
8. matikan ph meter dengan menekan kembali tombol on off
C.pH skala dan pH digital
Fungsi:
untukmengukur Ph tanah/keasaman/kebasaan.Namunalatinimasihmengunakanbaterai.
Cara operasional:
Putar tombol on/of
Taruh katoda dan anatoda ke larutan
Lihat skala dan amati
D.Kertas lakmus
Fungsinya : mengukur keasaman dan kebasaan larutan.
Cara menggunakannya:
yaitu mencelupkan sebagian kertas pada larutan yang akan diukur ph nya, dan setelah itu samakan warna kertas itu pada nomor warna ph pada kotak kertas itu.
2.Alat Penunjang Kesuburan Tanah di Lab. Tanah
1. Lumpang / Alu
Alat ini berfungsi untuk menghaluskan atau mengerus suatu benda atau zat. Mortas atau alu ini terbuat dari keramik. Dengan menggunakan mortar atau alu dari bahan keramik, bahan/zat yang ditumbuk dan dihaluskan tidak akan tertinggal pada mortar seperti halnya bila menggunkan mortar yang terbuat dari kayu.
2. Ring Sampel
Alat untuk mengambil sampel tanah utuh dengan mudah
3. Pipet takar
Berupa pipa kurus dengan skala disepanjang dindingnya. Berguna untuk mengukur dan memindahkan larutan dengan volume tertentu secara tepa
4. Gelas ukur
Fungsi gelas ukur adalah : untuk mengukur volume cairan secara kasar(mempunyai ketelitian yang kurang.Gelas ukur tidak cocok di gunakan untuk mengukur larutan dengan ketelitian yang tinggi,karena gelas ukur mempunyai ketelitia yang kurang.
5. Timbangan
Fungsinya untuk menimbang bahan dengan ketelitian tinggi.
Cara operasional:
1. Sebelum menimbang,pastikan waterpass terletak pada bagian tengah
2. Pasang steker pada arus listrik
3. tekan tombol ON (1/0)
4. tunggu sampai keluar angka 0,0000 g
5. Buka pintu kaca,letakkan kertas atau alumunium foil diatas piringan timbangan dan tutup
6. Tekan tombol Tare untuk menolkan kertas atau alumunium Foil
7. Buka pintu kaca, letakkan zat atau bahan yang akan ditimbang sesuai kebutuhan,tutup pintu kaca
8. Catat hasilnya ,keluarkan bahan
9. Tekan tombol Off
10. Cabut Steker dari arus listrik
6. Corong
Berfungsi untuk memasukan cairan ke dalam botol bermulut kecil ( labu ukur, buret , atau erlenmeyer ) dan untuk penyaringan. Penggunaanya denagn cara menuangkan larutan lengsung ke dalam mulut corong, dimana sebelumnya ujung corong telah dimasukan ke dalam mulut tabung.
7. Erlemeyer
Fungsinya:menyimpan dan memanaskan larutan dan menampung filtrate hasil penyaringan.Ukuran volume alat ini ada yang 100ml dan 250 ml.Mulut kecil pada ujungnya membuat jumlah udara yang masuk kecil sehingga tepat digunakan untuk mereaksikan zat. Erlenmeyer terbuat dari kaca yang tahan panas dengan dinding yan tipis untuk memudhkan pemindahan panas dan mengurangi tegangan.
8. Gelas piala
Fungsi gelas piala adalah :
sebagai tempat untuk melarutkan zat yang tidak butuh ketelitian tinggi, misalnya pereaksi/reagen untuk analisa kimia kualitatif. atau untuk pembuatan larutan standar sekunder pada analisa titrimetri/volumetri. jadi tidak cocok untuk pembuatan larutan yang perlu ketelitian tinggi (secara kuantitatif). Gelas piala juga bisa di gunakan sebagai tempat untuk mereaksikan zat dalam jumlah besar.
Ukuran gelas piala bermacam-macam :
a.Gelas piala 25 ml
b. Gelas piala 40 ml
c. Gelas piala 850 ml
d.Gelas piala 1 liter
Pembuatan larutan dengan ketelitian tinggi secar kuantitatif tidak covok menggunakan gelas piala,Karena ketelitian gelas piala tidak bagus.
9. Botol Semprot
Biasanya digunakan untuk menyimpan aquades dan digunakan untuk mencuci atau membilas bahan – bahan yang tidal larut dalam air. Selain itu digunkaan untuk mencuci atau menetralkan peralatan yang akan digunakan. Cara menggunakan dengan menekan botol maka aquades akan keluar.
10. Cawan aluminium
Fungsinya:tempat sampel tanah yang akan ditimbang,dan wadah untuk meletakkan bahan.
11. Kertas Saringan
Berfungsi untuk larutan dan untuk menghaluskan padatan. Ada teknik yang dapat digunakan untuk melipat kertas saring. Salah satunya yaitu melipat kertas saring menyerupai kipas lipat dan melipat kertas saring berbentuk kerucut
12. Aluminium poil
Berfungsi sebagai penutup erlenmeyer atau tabung reaksi.
Cara menggunakan :
1. Ambil aluminium foil secukupnya.
2. Letakkan pada bibir Erlenmeyer atau tabung reaksi
3. Rekatkan samapai tertutup rapat
13. Presure Plate
Merupakan alat bertekanan
14. Permeabelitas tanah
Alat ini merupakan alat ukur Permeabilitas tanah
15. Rak pengering
Alat ini berfungsi untuk mengeringkan dan meteletakan tabung reaksi yang terbuat dari kayu , yang mna terdiri dari beberapa lubang Kecil.
16. Tabung reaksi
Berfungsi untuk mereaksikan zat dalam jumlah kecil sedikit, jika dilakukan pegocokan ke samping, tabung diisis tidak lebih dari setengahnya. Jiak perlu pemanasan harus dilakukan hati – hati, tabung dipegang miring.
17. Labu ukur
Fungsi labu ukur adalah :
sebagai tempat untuk pemanasan larutan,tempat untuk membuat larutan dengan teliti pada konsentrasi tertentu,dan tempat untuk mengencerkan larutan.
Ukuran labu ukur ini terdiri dari labu ukur 1 ml,50 ml,labu ukur 250 ml,2 liter,dll
Penggunaan labu ukur cocok untuk tempat larutan yang mempunyai ketelitian tinggi.
18. Pinset
Alatiniadalah: Pingset yang manaterdiriatas 3 buah
1. Pingsetuntukmemotongalatsampel yang manacarapenggunaannyahanyamenggunakanjaritangandantakbegerakpadabadan kanan sampelYang kitapotongterkalulunak
2. Pingsetuntukmengambilbahansampeldan pingsetiniberukuranbesardibanding 2 pingset yang lainnyadandapatjugamengambilsampel yang apabilapanas
3. pingset yang runcingkegunaannyauntukmemindahkanbahan-bahan yangpabilalagimendeteksisampel
19. Kasa Grenda
20. Shaker
Fungsinya sebagai alat pengocok.
Cara operasional:
1. Masukkan sampel yang akan diaduk
2. Hubungkan kesumber arus, alat akan mengaduk sampel
21. Timbangan Analitik
Fungsi: untuk menimbang bahan dengan ketelitian tinggi.
Cara Kerja :
1. Sebelum menimbang,pastikan waterpass terletak padabagian tengah
2. Pasang steker pada arus listrik
3. tekan tombol ON (1/0)
4. tunggu sampai keluar angka 0,0000 g
5. Buka pintu kaca,letakkan kertas atau alumunium foil diatas piringan timbangan tutup.
6. Tekan tombol Tare untuk menolkan kertas atau alumunium Foil
7. Buka pintu kaca, letakkan zat atau bahan yang akan ditimbang sesuai kebutuhan, tutup pintu kaca
8. Catat hasilnya ,keluarkan bahan
9. Tekan tombol Off
10. Cabut Steker dari arus listrik
3.Identifikasi Dan Operasional Alat Ukur Nitrogen (N) Dan Kalium (K)
A.Destruktor
Fungsi destruktor:
Alat untuk membakar dan menghancurkan bahan yang akan di ukur N totalnya.
Cara Operasional :
1. Timbang sampel sebanyak 5 gr
2. Masukkan sampel ke dalam tabung kedelai,tambahkan silenium,H2SO4 padat dan batu didih
3. Pasang peralatan destruksi sampai rapat ( agar gas tidak keluar dan tidak terjadi kebocoran )
4. Hidupkan power
5. Pemanasan di tunggu smpai putih susu
6. Pindahkan kealat destilasi
B.Destilator
Fungsi destilator adalah :
Alat untuk mengembunkan bahan yang sudah melewati proses destruktor. Destilasi merupakan teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan perbedaan titik didik atau titik cair dari masing-masing zat penyusun dari campuran homogen. Dalam proses destilasi terdapat dua tahap proses yaitu tahap penguapan dan dilanjutkan dengan tahap pengembangan kembali uap menjadi cair atau padatan. Atas dasar ini maka perangkat peralatan destilasi menggunakan alat pemanas dan alat pendingin.
Cara Operasional :
A. Sampel dari alat destruksidi salin ke labu destilasi ( labu didih bulat )
B. Tambahkan NaOH 40 % sebanyak 20 ml
C. Tambahkan batu didih
D. Pasang pada alat destilasi
E. Sediakan penampung erlenmeyer
F. Masukkan asam borat 4 % sebanyak 15 ml
G. Tambahkan 3 tetes conway
H. Pasang pada alat destilasi
I. Tunggu sampai warna merah berubah jadi biru pada penampung
J. Setelah berubah titrasi dengan H2SO4 0,05 N sampai merah ( pink)
Cara Operasional :
Proses destilasi diawali dengan pemanasan, sehingga zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap. Uap tersebut bergerak menuju kondenser yaitu pendingin proses pendinginan terjadi karena kita mengalirkan air kedalam dinding (bagian luar condenser), sehingga uap yang dihasilkan akan kembali cair. Proses ini berjalan terus menerus dan akhirnya kita dapat memisahkan seluruh senyawa-senyawa yang ada dalam campuran homogen tersebut.
C.Flame photometer
Fungsinya : alat yang di gunakan untuk mengukur kadar K dalam tanah dengan cara meneropong dengan kekuatan pembakaran
Bagian-bagian alat :
Layar skala /phanel
Tombol pengaturan
Alat pencetus
Power
Tombol untuk menolkan
Tombol untuk menganalisa
Cara Operasional :
Siapkan sampel tanah yang akan kita ukur
Hubungkan alat flame dengan elpiji
Hubungkan alat dengan arus listrik
Tekan tombol on off
Atur fuel kekanan ( agar gas masuk ke alat )
Tekan ignition sampai keluar api
Atur fuel ke arah kiri agar api berwarna biru
Atur angka pembacaan menunjukkan nol dengan menggunakan aquades
Standarisasi dengan angka nol
Uji sampel yang akan di tentukan
Hasil data akan di masukkan ke rumus
Pembahasan :
Pemakaian flame photometer ini menggunakan metode meneropong melalui kekuatan pembakaran.
D.Oven
Alatiniadalah:
Ovenkadar air untukmensterilkanbahan mediauntuk menghilangkankadar air dantetapsterildarihamadanpenyakitdan bisa langsungdigunakantanpaharusdicucilagi.
Cara penggunaan:
A Hidupkan oven
B Atursuhu 1050 C
C Timbangcawankonsong
D Setelahsuhu 1050 C masukansampeldalam oven
E Tunggu 3,5 jam
F Dinginkandalameksikator
G Timbangberatsampel yang sudahkering air
H Masukandalamrumus
E.Alat PF
Fungsi : Untuk mengukur kadar air di dalan tanah
Cara pengoperasional
1. Periksa sambungan kran dan selang untuk menutup (pastikan tertutup)
2. Siapkan sample tanah yang akan diuji, dibagi 2 bagian. Satu untuk tekanan 1/3 Atm (kapasitas lapang) yang satu lagi tekanan 15 Atm (titik laju permanen)
3. Rendam sample + 2 malam (dijenuhkan)
4. Masukkan ke tempat masing-masinng tekanan yang telah disediakan
5. Tutup rapat-rapat plat pressur tersebut dan kuatkan dengan kunci
6. Hubungkan pressur dengan arus listrik dan hidupkan powernya
7. Atur tekanan berdasarkan kebutuhan
8. Kontrol tekanan tersebut apakah sesuai dengan yang diinginkan
9. Biarkan selama 48 jam
10. Siap untuk di ukkur kadar airnya
4.Peralatan di AAS
PERALATAN AAS
(ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETER)
AAS ( Atomic Absortion Specthopo Meter )/ serapan atom.
Alat yang di gunakan untuk menganalisis logam pada suatu larutan, suatu larutan yang mengandung senyawa logam akan tereksitasi dengan energi thermal dari nyala ketingkat energi yang lebih tinggi akan memancarkan energi dalam bentuk spektrum emisi di tangkap oleh detektor dan mengirim signal ke komputer dalam bentuk absorban.
Bahan dan alat yang di gunakan yatu Sanpel Analisis dan AAS ( analisis dalam ppm )
Ada beberapa macam lampu yang dapat menganalisa unsur
logam pada suatu media :
1. Timbal ( Tb )
2. Seng ( Zn )
3. Crom ( Cr )
4. Perak ( Ag )
5. Nikel ( Ni )
6. Tembaga ( Cu )
7. Calsium ( Ca )
8. Magnesium ( Mg )
9. Besi ( Fe )
Gambar diatas merupakan alat yang digunakan untuk mengukur logam tersebut, sedangkan bagianbagian alat penunjang yaitu sebagai berikut:
(1) Lampu Catoda
Lampu ini berfungsi untuk menguji logam, lampu ini menyerap sinar yang diabsorikan ke alat untuk mengukur konsentrasi logam, sehingga alat tersebutberfungsi sebagai mana mestinya.
(2) Gas Oksigen
Merupakan bahan penunjang sebagai bahan bakar sehingga mengeluarkan api agar nyala, mengantisasi
(3) Barner
Merupakan lempengan yangberfungsi tempat menghasilkan panas( bahan bakar)
(4) EX House
Berfungsi untuk menyerap uap-uap atau gasgas yang dihasilkan dari pekerjaan tersebut,diserap dan dibuang keluar.
(5) UVS
Untuk mengstabilkan listrik karena ini merupakan alat yangdapat nenyimpan arus listrik jadi apabila listrik padam maka alat initidak langsung mati.
(6) Komputer
Komputer merupakan alat untuk mengetahui konsentrasilogam yang di ujisehingga dengan mudah dianalisis.
(7) Spectro Photo Meter Mini
Ini adalah salah satu alat yang dapat digunakan sebagai mengukur logam juga tetapi ini dapat digunakan dengan larutan yangberwarna.
(8) Printer
Alat ini sebagai alat penunjang untuk mengeluarkan hasil-hasilyang diperoleh dan dikeluarkan dari komputer
(9) Tabung Oksigen
Ini merupakan tabung sebagai stok untuk menyimpan oksigenyang dibutuhkan dalam mengaukur konsentrasi logam tersebut.
(10) Alat Ukur Tekanan
Berfungsi sebagai pengatur tekanan oksigen yang masukkedalam alat AAS tersebut.
2. Cara pengoperasian
1. Pastikan drain pada kompresor udara ( O ) tertutup rapat, lampu katoda terpasang pada socket dan burner terpasang pada poisis yang tepat
2. Hubungkan alat ke arus listrik
3. Hidupkan komputer , tekan F1
4. Klik WizAArd 2X
5. Klik operation
6. Klik gambar alat ( measurement )
7. Login ID : Admin, OK
8. Muncul Wizard Selection
9. Klik element selection
10. Klik select element
11. Pilih jenis logam yang akan di analisa, ex : Cu, OK, Next
12. Calibrasi kurva set up
13. Canc unit ubah sesuai pilihan, ex : ppm
14. No of line = jumlah standar yang di pakai
15. Klik up date
16. Masukan nilai standar, enter dst
17. Klik up date, Ok
18. Sample group set up, Ok, Next
19. Hidupkan alat dengan menekan tombol power
20. Buka main valve supply asetilen ( C₂H₂ ) berlawanan arah jarum jam satu lingkaran penuh
21. Buka main valve supply nitrogen ( NO₂ ) berlawanan arah jrum jam dan secondary valve searah jarum jam sampai 0,35 MPA, open ( jiks menggunakan NO₂ - C₂H₂ )
22. Buka main valve udara ( O₂ ) tegak lurus
23. Klik connect / sent parameter
24. Inisialisasi sampai semua ok, OK
25. Ceklist semua OK, Next
26. Optik parameter
27. Atur lampu current sesuai catatan ceklist lampu on
28. Tunggu ready
29. Lakukan line search sampai ok, OK
30. Close Next
31. Muncul atomizer/ gas flow rate set up
32. Pilih falme tipe
33. Finish
34. Muncul No Title WizAArd ( Sistem Administrator )/ MRT work sheet
35. Klik edit, Insert Row untuk Auto Zero dan Blanko
36. Cek burner dengan burner cleaning and aligment card
37. Nyalakan api burner dengan menekan kedua tombol ignite secara bersamaan
38. Lakukan analisa standar dan sampel, start
39. Setelah selesai analisa, matikan api burner dengan menekan tombol Extinguish 1x
40. Sebelum keluar dari program tutup emua gas/ main valve yang terbuka
41. Tekan purge sampai semua nol
42. File, Exit
43. Matikan alat dengan menekan tombol power, OFF
44. Sut down komputer
45. Cabut hubungan ke aruslistrik.
3. Cara pengaplikasian ( analisis dalam PPb ) HVG
1) Pastikan drain pada kompresor udara ( O ) tertutup rapat, lampu katoda terpasang pada socket dan burner terpasang pada poisis yang tepat
2) Hubungkan alat ke arus listrik
3) Hidupkan komputer , tekan F1
4) Klik WizAArd 2X
5) Klik operation
6) Klik gambar alat ( measurement )
7) Login ID : Admin, OK
8) Muncul Wizard Selection
9) Klik element selection
10) Klik select element
11) Pilih jenis logam yang akan di analisa, ex : Cu, OK, Next
12) Calibrasi kurva set up
13) Canc unit ubah sesuai pilihan, ex : ppm
14) No of line = jumlah standar yang di pakai
15) Klik up date
16) Masukan nilai standar, enter dst
17) Klik up date, Ok
18) Sample group set up, Ok, Next
19) Hidupkan alat dengan menekan tombol power, ON
20) Buka main valve udara ( O₂ ) tegak lurus
21) Buka main valve supply argon 0,35 MPA
22) Klok connect/ sent parameter
23) Inisialisasi sampai semua ok, OK
24) Ceklist semua OK, NEXT
25) Optik parameter
26) Atur lampu curet sesuai catatan
27) Ceklist lamp on
28) Tunggu ready
29) Lakukan line search sampai ok, OK
30) Close, Next
31) Muncul atomizer / gas flow rate set up
32) Pilih flame tipe
33) Finish
34) Muncul No Title WizAArd ( Sistem Administrator )/ MRT work sheet
35) Klik edit, Insert Row untuk Auto Zero dan Blanko
36) Cek burner dengan burner cleaning and aligment card
37) Paang flow cell diatas braner
38) Siapkan larutan HCl 5M dan NaBH₄ 0,4 % ( lihat literatur hal 4,2)
39) Hidupkan HVG dengan menekan tombol power, ON biarkan ± 5 menit
40) Pastikan air pada pipa mengalir dan tidak boleh pada gelembung udara
41) Untuk membilas/mempercepat aliran tekan flush
42) Nyalakan api burner dengan menekan kedua tombol ignit secara bersama
43) Lakukan analisis standar dan sampel sebelumnya bilas dengan meneakan tombol flush sampai lampu flush mati,s start.
44) Setelah selesai analisis, matikan api burner dengan dengan menekan tombol Extinguish 1x
45) Sebelum keluar dari program tutup emua gas/ main valve yang terbuka
46) Tekan purge sampai semua nol
47) File, Exit
48) Matikan alat dengan menekan tombol power, OFF
49) Sut down komputer
50) Cabut hubungan ke aruslistrik
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Dengan pelajaran pengenelan alat laboratorium serta penulisan laporan ini kita dapat mengenal macam – macam alat dan bahan yang di gunakan dalam laboratorium serta dapat mengetahui cara kerja dan fungsi alat laboratorium, dan mengetahui bahan yang berbaya . sehingga diharapkan ketika kita praktek di laboratorium alat yang digunakan harus steril karena penggunaan alat dapat mempengaruhi penelitian yang kita peroleh dan berhati-hati karena kelalaian kecil kita dapat berdampak fatal untuk kita.
Adapun kesimpulan dari percobaan pengenalan alat ini didapat adalah sebagai berikut :
1. Praktikan dapat mengenal macam – macam alat dan bahan yang di gunakan dalam laboratorium biokimia.
2. Dapat mengetahui fungsi dan cara kerja alat –alat yang di gunakan di dalam laboratorium biokimia.
3. Dapat mengetahui beberapa bahan dan alat yang berbahaya di laboratorium.
4. Kesalahan dalam penggunaan alat akan mempengaruhi hasil yang di peroleh.
5. Sebelum praktikum alat – alat yang digunakan sebaaiknya dalam keadaan steril.
B.SARAN
Adapun saran saya , selain mengetahui jenis-jenis alat yang ada di dalam laboratorium maka kita juga harus mengetahui bagaimana cara merawat alat-alat tersebut agar tidak mudah terjadinya kerusakan atau pecah, dan pemahaman yang benar-benar agar kita mampu mereaksikan atau meneliti sesuatu dengan hasil yang benar serta akurat.Selain mengetahui jenis-jenis alat yang ada di dalam
laboratorium maka kita juga harus mengetahui bagaimana cara merawat alat -alat tersebut agar tidak mudah terjadinya kerusakan atau pecah.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim,2003. Jurnal Tujuan Mempelajari Alat LaboratoriumHttp://www.tp.ac.id/tag/jurnal-tujuan-mempelajari-alat-laboratorium. Di akses 1 Mei 2015
Anonim. 2013. Alat – alat Pratikum Kimia. www.scribd.com. Diakses 1 Mei 2015
https://www.effectiveratecpm.com/j1w5exmnws?key=f177f1ee771c0cd2354d6a75a1e8895e
SEARCH
LATEST
3-latest-65px
About
Diberdayakan oleh Blogger.
Editors Choice
3/recent/post-list
Latest video-course
1-tag:Videos-800px-video
Testimonials
3-tag:Testimonials-250px-testimonial
LATEST
3-latest-65px
Ads block

Sections
Campus
4-tag:Campus-500px-mosaic
Latest courses
3-tag:Courses-65px
Comments
3-comments
Cari Blog Ini
Arsip Blog
-
▼
2016
(19)
-
▼
April
(11)
- laporan Pengenalan Peralatan Labor
- Pengenalan Peralatan Labor
- LAPORAN LABORATORIUM INOKULASI RHIZOBIUM PADA TAN...
- Pemanfaatan Kulit Buah Kakao Yang Di Fermentasi D...
- LAPORAN DASAR-DASAR AGRONOMI (DDA) PERBANYAKKAN T...
- Laporan praktikum dasas-dasar agronomi “penangana...
- LAPORAN KERJA LAPANGAN DASAR- DASAR AGRONOMI (DDA)...
- LAPORAN DASAR-DASAR AGRONOMI PERBANYAKKAN TANAMAN...
- Laporan Teknologi Produksi Ubi – Ubian Teknologi ...
- laporan fisika tentang Gelombang elektromagnetik
- Fungsi tombol keyboard
-
▼
April
(11)
Cari Blog Ini
SEARCH
SEARCH
BTemplates.com
Cari Blog Ini
Blogroll
Newsletter
Campus
4-tag:Campus-500px-mosaic
Latest courses
3-tag:Courses-65px
Comments
3-comments
Header Background
Header Background Image. Ideal width 1600px with.
Sidebar location, Sticky menu and more.
Top Links Menu
About
This just a demo text widget, you can use it to create an about text, for example.
About
This just a demo text widget, you can use it to create an about text, for example.
Sidebar location, Sticky menu and more.
Top Links Menu
Section Background
Background image. Ideal width 1600px with.
Section Background
Background image. Ideal width 1600px with.
Section Background
Section Background
Section Background
Background image. Ideal width 1600px with.
Section Background
Background image. Ideal width 1600px with.
Header Background
Header Background Image. Ideal width 1600px with.
About
Boxed Version
Latest video-course
1-tag:Videos-800px-video
Footer Menu Widget
Testimonials
3-tag:Testimonials-250px-testimonial
Link List
Pages - Menu
LATEST
3-latest-65px
Social Buttons
Pages - Menu
Ads block

Sections
Popular
-
Pengenalan Peralatan Labor Oleh: Sherly Aulianda 1401321007 Dosen Pembimbing : Dr .Ir.Agustamar,MP PROGRAM STUDI BUDIDAYA TANAMAN PANGAN JUR...
-
LAPORAN KULIAH LUAR KAMPUS TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN PANGAN 1 (TPTP1) TENTANG JAGUNG , PADI, DAN TEKNOLOGI PADI SALIBU DI BPTP ...
-
MAKALAH AGAMA PENGGUNAAN KAWAT GIGI OLEH UMAT MANUSIA DISUSUN OLEH: DEWI PURNAMA HUTABARAT 1411311009 DOSEN P...





Tidak ada komentar:
Posting Komentar