LAPORAN KERJA LAPANGAN DASAR-
DASAR AGRONOMI (DDA)
BUDIDAYA
TANAMAN PANGAN
Oleh :
MUHAMMAD AQIL
15253421040
DOSEN PEMBIMBING :
Ir.
Anidarfi, MP
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
PRODUKSI PERTANIAN
JURUSAN BUDIDAYA TANAMAN
PANGAN
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI
PAYAKUMBUH
TANJUNG PATI
2016
BAB I
PENDAHULUAN
-
Latar Belakang
Berbudidaya tanaman adalah
sesuatu keharusan bagi masyarakat agraris seperti di Indonesia.
Karena kondisi agraris Indonesia itulah sebagian besar mata
pencaharian masyarakatnya adalah bertani. Membudidayakan berbagai
macam spesies dan varietas yang berkembang dari waktu ke waktu.
Beberapa tanaman yang bisa
dibudidayakan antara lain :
-
Kangkung
Kangkung disebut juga Swamp cabbage, Water
convovulus, Water spinach.
Kangkung banyak ditanam di Pulau Jawa khususnya di Jawa Barat, juga
di Irian Jaya di Kecamatan Muting Kabupaten Merauke kangkung
merupakan lumbung hidup sehari-hari. Di
Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar tanaman kangkung darat
banyak ditanam penduduk untuk konsumsi keluarga maupun untuk ke
pasar.
-
Bawang Merah
Bawang merah ( Allium ascalonicum) merupakan
komoditas hortikultura yang memiliki banyak manfaat dan bernilai
ekonomis tinggi serta mempunyai prospek pasar yang menarik. Selama
ini budidaya bawang merah diusahakan secara musiman (seasonal), yang
pada umumnya dilakukan pada musim kemarau (April-Oktober), sehingga
mengakakibatkan produksi dan harganya berfluktuasi sepanjang tahun.
-
Jagung
Tanaman jagung merupakan salah satu jenis
tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. Di
Indonesia, daerah-daerah penghasil utama tanaman jagung adalah Jawa
Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, D.I. Yogyakarta, Nusa
Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Khusus
di Daerah Jawa Timur dan Madura, budidaya tanaman jagung dilakukan
secara intensif karena kondisi tanah dan iklimnya sangat mendukung
untuk pertumbuhannya.
-
Kacang Tanah
Di Indonesia, kacang tanah merupakan tanaman
yang paling banyak ditanam setelah padi, jagung dan kacang kedelai.
Budidaya kacang tanah (Arachis
hypogaea) biasanya diaplikasikan
sebagai tanaman sela ataupun tumpang sari. Budidaya kacang tanah
cocok di daerah dengan curah hujan sedang. Curah hujan yang terlalu
tinggi menyebabkan bunga sulit diserbuki dan zona perakaran terlalu
lembab sehingga menyuburkan pertumbuhan jamur dan penyakit yang
menyerang buah. Penyinaran matahari penuh dibutuhkan saat
perkembangan daun dan pembesaran buah. Budidaya kacang tanah idealnya
berada di ketinggian 50-500 meter dari permukaan laut. Namun, tanaman
ini bisa beradaptasi hingga ketinggian 1500 meter.
-
Ubi Jalar
Ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lamb.)
Merupakan sumber karbohidrat yang dapat dipanen pada umur 3 – 8
bulan. Selain karbohidrat, ubijalar juga mengandung vitamin A,C dan
mineral serta antosianin yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Disamping itu, ubi jalar tidak hanya digunakan sebagai bahan pangan
tetapi juga sebagai bahan baku industri dan pakan ternak.
-
Wortel
Di Indonesia budidaya wortel pada mulanya hanya
terkonsentrasi di Jawa Barat yaitu daerah Lembang dan Cipanas. Namun
dalam perkembangannya menyebar luas ke daerah-daerah sentra sayuran
di Jawa dan Luar Jawa. Berdasarkan hasil survei pertanian produksi
tanaman sayuran di Indonesia (BPS, 1991) luas areal panen wortel
nasional mencapai 13.398 hektar yang tersebar di 16 propinsi yaitu;
Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, Sumatera Utara,
Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Bali, NTT, Kalimantan
Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku dan
Irian Jaya.
Oleh karena itu, penulis melakukan praktikum
ini untuk lebih mengetahui tentang pembudidayaan tanaman pangan yang
bermanfaat bagi masyarakat.
-
Tujuan
Tujuan dilakukannya praktikum ini yaitu :
-
Mengetahui tentang budidaya yang baik dan benar
-
Mengetahui metode-metode budidaya seperti larikan, tugal, tegalan, sebaran dan lain-lain
-
Mengidentifikasi kondisi-kondisi lingkungan dan faktor-faktor yang mempengaruhi budidaya tanaman kangkung, bawang merah, jagung, kacang tanah, ubi jalar dan wortel
-
Memahami tentang panen tanaman budidaya dengan komponen
-
Menambah wawasan penulis tentang budidaya
-
Memberikan referensi kepada petani tanaman pangan khususnya tentang ilmu budidaya
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
-
Tanaman Budidaya
-
Kangkung
Kangkung (Ipomoea sp.) bisa
ditanam di dataran rendah serta dataran tinggi.. Kangkung adalah type
tanaman sayuran daun, terhitung kedalam famili Convolvulaceae. Daun
kangkung panjang, berwarna hijau keputih-putihan adalah sumber vit.
pro vit.
Teknis budidaya :
-
Cara Penanaman
Penanaman kangkung darat
dilakukan pada sore hari yaitu jam 16.00 sampai 18.00. Hal ini
bertujuanagar benih setelah ditanam tidak langsung mendapat udara
kering sehingga benihcepat berkecambah.
-
Penjarangan dan Penyulaman
Bila tanaman kangkung
terlalu lebat/sangat berdesakan dalam satu rumpun maka diperlukan
penjarangan. Apabila tanaman banyak yang mati, maka segera dilakukan
penyulaman (digantidengan bibit yang baru yang telah disiapkan).
-
Penyiangan
Penyiangan dilakukan bila
terdapat rumput liar (tanaman pengganggu). Penyiangan dilakukan
setiap 2minggu.
-
Pembubunan
Pembumbunan dilakukan untuk
mendekatkan unsur hara bagi tanaman kangkung sehingga dapat
mempermudahakar tanaman untuk mentransfernya. Pembumbunan dilakukan
pada saat tanamanberumur 2 minggu.
-
Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan
menggunakan pupuk urea.
-
Pengairan danPenyiraman
Selama tidak ada hujan,
perlu dilakukan penyiraman.
-
Waktu Penyemprotan Pestisida
Tanaman
kangkung daratyang terkena ulat berwarna putih yang berada pada helai
daun sebelah bawahsehingga menyebabkan warna daun menjadi kuning.
8.) Panen
Panen Panen pertamasudah
bisa dilakukan pada hari ke 12. Saat ini kangkung sudah tumbuh
denganpanjang batang kira-kira 20-25 cm.
Cara memanen, pangkas
batangnyadengan menyisakan sekitar 2-5 cm di atas permukaan tanah
atau meninggalkan 2-3buku tua. Panen dilakukan pada sore hari.
Panenan dilakukan dengan cara memotong kangkung yang siap panen
dengan ciri batang besar dan berdaun lebar. Kemudian dicuci dalam
air.
2. Bawang
Merah
a. Penanaman
Sebelum ditanam, kulit luar
benih yang mengering dan sisa-sisa akarnya harus dibuang. Untuk umbi
yang belum bertunas bagian ujung umbi dipotong dengan pisau kuran
lebih 1/3 – 1/4 bagian dari panjang umbi. Tujuan dilakukan
pemotongan adalah agar umbi tumbuh merata, merangsang tumbuhnya
tunas, mempercepat tumbuhnya tanaman, merangsang tumbuhnya umbi
samping dan mendorong terbentuknya anakan.
b. Pemupukan
Pupuk Dasar
Pupuk dasar diberikan 3-4
hari sebelum yakni pada olah tanah terakhir, komposisi pupuk berupa:
pupuk organik (kotoran ayam) 5 ton/ha, SP-36 300 kg/ha, KCL 100 kg/ha
dan Urea 50 kg/ha. Pemberian Ternik atau Furadan 3G sebanyak 20 –
5- kg/ha untuk nematisida dan hama dalam tanah.
Pupuk Susulan
Pemupukan dilakukan setelah
pendangiran atau pembersihan gulma, pemberian pupuk diberikan disela
tanaman dengan membuat larikan, pupuk dicampur dan aduk merata.
-
Pemupukan I (15 hari setalah tanam), Komposisi pupuk: Urea 50 kg/ha, KCL sebanyak 100 kg/ha dan ZA 100 kg/ha.
-
Pemupukan II (25 hari setelah tanam), komposisi pupuk: KCL 100 kg/ha dan ZA 300 kg/ha.
Panen dan Pascapanen
Panen ditandai dengan 70%
daun menguning dan tanaman rebah, daun menguning serta leher umbi
telah kosong, umbi tersembul keluar, dan kulit umbi sudah terbentuk
(berwarna merah). Umur panen untuk setiap varietas berbeda berkisar
antra 60-70 hst.
-
Jagung
Benih berasal dari varietas unggul (daya tumbuh besar, tidak tercampur benih/varietas lain, tidak mengandung kotoran, tidak tercemar hama dan penyakit).
Teknik Penanaman :
-
Penentuan Pola Tanaman.
Pola tanam di daerah tropis seperti di
Indonesia, biasanya disusun selama 1 tahun dengan memperhatikan curah
hujan (terutama pada daerah/lahan yang sepenuhnya tergantung dari
hujan. Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan adalah sebagai
berikut:
-
Tumpang sari (intercropping), melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda). Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai; tumpang sari beda umur seperti jagung, ketela pohon, padi gogo.
-
Tumpang gilir (Multiple Cropping), dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. Contoh: jagung muda, padi gogo, kacang tanah, ubi kayu.
c. Tanaman Bersisipan (Relay Cropping), pola tanam dengan cara menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). Contoh: jagung disisipkan kacang tanah, waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang.
d. Tanaman Campuran (Mixed Cropping): penanaman terdiri atas beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya, semua tercampur jadi satu Lahan efisien, tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit. Contoh: tanaman campuran seperti jagung, kedelai, ubi kayu.
Cara Penanaman :
Pada jarak tanam 75 x 25 cm setiap lubang
ditanam satu tanaman. Dapat juga digunakan jarak tanam 75 x 50 cm,
setiap lubang ditanam dua tanaman. Tanaman ini tidak dapat tumbuh
dengan baik pada saat air kurang atau saat air berlebihan. Pada waktu
musim penghujan atau waktu musim hujan hampir berakhir, benih jagung
ini dapat ditanam.
4. Kacang Tanah
-
Cara Penanaman
Pilih benih kacang yang telah memenuhi syarat
benih bermutu tinggi. Masukan benih satu atau dua butir ke dalam
lubang tanam dengan tanah tipis. Waktu tanam yang paling baik dilahan
kering adalah pada awal musim hujan, di lahan sawah dapat dilakukan
pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan Juli-September
(palawija II). Sedangkan untuk lahan bukaan terlebih dahulu dilakukan
inokulasi rhizobium (benih dicampur dengan inokulan dengan dosis 4
gram/kg) kemudian benih langsung ditanam paling lambat 6 jam.
5. Ubi
Jalar
Cara tanam
:
Ubi jalar ditanam setelah
padi yaitu awal hingga pertengahan musim kemarau. Penyertaan ubi
jalar dalam pergiliran tanaman dengan padi sawah sangat bagus
dipandang dari segi aspek keberlanjutan, khususnya aplikasi bahan
organic pada ubi jalar saat musim kemarau.
Populasi tanaman sekitar
35.000 sampai 50.000 tanaman /ha. Dengan jarak antar baris /gulud
80-100 cm, dan dalam baris 20-30 cm. Bibit dari stek pucuk, tunas
semai umbi. Ubi jalar dapat pula ditanam pada system tumpang sari
dengan tingkat naungan tidak lebih 30 %.
Pemupukan
Takaran pupuk 100-200 kg
urea + 100 kg SP 36 +100 kg KCI + 10 ton pupuk kandang/ha. Pupuk
kandang diberikan bersamaan pembuatan guludan. 1/3 dosis urea dan KCI
serta seluruh SP 36 diberikan pada saat tanam. Sedangkan sisanya, 2/3
Urea dan KCI diberikan pada saat tanaman berumur 1,5 bulan. Aplikasi
pupuk harus ditutup dengan tanah.
Panen Dan Pasca Panen
Ubi jalar dapat dipanen jika umbi sudah tua dan
besar. Panen dapat serentak maupun bertahap. Secara fisik ubi jalar
siap dipanen apabila daun dan batang sudah mulai menguning.
Setelah dibersihkan dari tanah dan dipisahkan
dari umbi yang tidak seha, umbi yang bertangkai hingga pangkal batang
disatukan dalam bentuk ikatan tergantung pada tujuan kegunaan akhir.
Umbi yang dikirimkan kepabrik dikemas dalam karung maupun curah.
Sedangkan umbi yang dikirimkan kepasar dapat dikemas dalam berbagai
bentuk sesuai selera pasa, misalnya diikat atau ditaruh dalam
keranjang.
-
Wortel
Cara Penanaman
-
Jarak tanam sekitar 30 – 40 cm
-
Tata cara penanaman (penaburan) benih wortel melalui tahap-tahap sebagai berikut:
1. Sebarkan (taburkan) benih wortel secara
merata dalam alur alur/garitan-garitan yang tersedia.
2. Tutup benih wortel dengan tanah tipis
sedalam 0,5-1 cm.
3. Tutup tiap garitan (alur) dengan dedaunan
kering atau pelepah daun pisang selama 7-10 hari untuk mencegah
hanyutnya benih wortel oleh percikan (guyuran) air sekaligus
berfungsi menjaga kestabilan kelembaban tanah. Setelah benih wortel
tumbuh di permukaan tanah, penutup tadi segera di buka kembali.
Pemanenan
Ciri-ciri tanaman wortel sudah saatnya dipanen
adalah sebagai berikut:
Umur tanaman Wortel,
Tanaman
wortel yang telah berumur ± 3 bulan sejak sebar benih atau
tergantung varietasnya
BAB III
PELAKSANAAN
-
Waktu Pelaksanaan
Praktikum ini dimulai pada
minggu kedua sampai minggu ke lima belas perkuliahan.
-
Tempat Pelaksanaan
Lahan Politeknik Pertanian
Negeri Payakumbuh
-
Pelaksanaan
Pelaksanaan budidaya ini dimulai
dengan mencangkul lahan yang akan ditanami terlebih dahulu. Setelah
itu dilakukan pembuatan plot- plot untuk masing –masing tanaman.
Minggu berikutnya dilakukan penanaman dengan cara :
-
Tanaman Jagung : dengan cara membuat tugal
-
Tanaman Kacang Tanah : dengan cara tugal
-
Tanaman ubi jalar : membuat lubang tanam
-
Tanaman Kangkung : dengan cara larikan
-
Tanaman Wortel : dengan cara larikan
-
Tanaman Bawang Merah : dengan membuat lobang tanam.
Pada saat melakukan penanaman,
pada semua jenis tanamna diberi pepek dengan aturan masing- masing
tanaman. Pada minggu ke-4 setelah penanaman, diberi lagi pupuk pada
tanaman jagung, ubi jalar dan kacang tanah. pada minggu ini juga
dilakukan penjarangan pada tanaman wortel dengan jarak 10 cm. pada
minggu ini tanaman bayam sidah bisa dipanen.
Jumlah pemberian pupuk pada
masing – masing tanaman ialah :
-
Jagung
-
SP36 = 80 gr/plot
-
KCL = 40 gr/plot
-
Urea = 120 gr/plot ( 40 gr/plot pada awal tanam. Sisanya pada minggu ke 4 sesudah penanaman)
-
Kacang tanah
-
SP36 = 72 gr/plot
-
KCL = 40 gr/plot
-
Urea = 50 gr/plot ( 20 gr/plot oada awal tanam. Sisanya pada minggu ke 4 sesudah penanaman
-
Ubi jalar
-
SP36 = 40 gr/plot
-
KCL = 120 gr/plot ( 40 gr/plot pada awal tanam. Sisanya pada minggu ke 4 sesudah penanaman)
-
Urea = 40 gr/plot
-
Bayam, kangkung,bawang merah
-
SP36 = 80 gr/plot
-
KCL = 45 gr/plot
Pada bawang merah, sebelum
penanaman dipotong 1/3 bagian atasnya. Lalu tutup dengan tanah
selapis.
-
Wortel
-
SP36 = 160 gr/plot
-
KCL = 60 gr/plot
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
-
Hasil
Pengukuran pada beberapa tanaman
yang kami amati dengan menggunakan 3 sampel adalah sbb :
-
Jagung
|
NO
|
Jenis
Pengukuran
|
Pgmtn
Ke-
|
Pengamatan
Ke-1
|
Pengamatan
Ke-2
|
Pengamatan
Ke-3
|
|
1.
|
Tinggi
Tanaman
|
Grade
A
|
40
cm
|
91
cm
|
140
cm
|
|
Grade
B
|
28
cm
|
72
cm
|
132
cm
|
||
|
Grade
C
|
21
cm
|
61
cm
|
127
cm
|
||
|
2.
|
Lebar
Daun
|
Grade
A
|
1
cm
|
7
cm
|
11
cm
|
|
Grade
B
|
1
cm
|
5
cm
|
8
cm
|
||
|
Grade
C
|
1
cm
|
6
cm
|
10
cm
|
||
|
3.
|
Panjang
Daun
|
Grade
A
|
31
cm
|
82
cm
|
112
cm
|
|
Grade
B
|
20
cm
|
79
cm
|
102
cm
|
||
|
Grade
C
|
13cm
|
70
|
96
cm
|
-
Ubi Jalar
|
NO
|
Jenis
Pengukuran
|
P
Grade
|
Pengamatan
Ke-1
|
Pengamatan
Ke-2
|
Pengamatan
Ke-3
|
|
1.
|
Tinggi
Tanaman
|
Grade
A
|
15
cm
|
38
cm
|
54
cm
|
|
2.
|
Grade
B
|
5
cm
|
28
cm
|
33
cm
|
-
Kacang Tanah
|
NO
|
Jenis
Pengukuran
|
Pgmtn
Ke-
Grade
|
Pengamatan
Ke-1
|
Pengamatan
Ke-2
|
Pengamatan
Ke-3
|
|
1.
|
Tinggi
Tanaman
|
Grade
A
|
3
cm
|
19
cm
|
31cm
|
|
2.
|
Grade
B
|
4
cm
|
17
cm
|
24
cm
|
-
Pembahasan
Rumus komponen hasil masing-masing tanaman
budidaya :
-
Kacang tanah
Produksi/ha =
x jmlh plong/tan x jmlh biji/plong x
-
Jagung.
Produksi/ha =
x jmlh tngkol/tan x jmlh biji/tngkol x
-
Wortel
Produksi/ha =
-
Kangkung
Produksi/ha =
-
Pemanenan ubi jalar
Produksi/ha =
PEMANENAN
-
Pemanenan Kacang tanah.
Dari hasil pengamatan sampel kacang tanah pada tabel diatas maka di
dapatlah hasil sebagai berikut :
-
Berat 100 biji kacang tanah : 40 gr
-
Jumlah polong/tanaman : 42
-
Jumlah biji/polong : 3
-
Luas plot : 4 m2
Produksi/ha =
x jmlh plong/tan x jmlh biji/plong x
Produksi/ha =
x 42 x 3 x
= 126.000 gr/ha atau 126 kg/ha
-
Pemanenan jagung.
Dari hasil tabel pengamatan untuk komoditi jagung dapat dihasilkan
sebagai berikut :
-
Berta 100 biji jagung : 20 gr
-
Jumlah tongkol/tanaman : 4
-
Jumlah biji/tongkol : 612
-
Luas plot : 4m2
Produksi/ha =
x jmlh tngkol/tan x jmlh biji/tngkol x
Produksi/ha =
x 4 x 612 x
Produksi/ha = 1.224.000 gr/ha atau 1,224 Ton/ha
-
Pemanenan wortel
Hasil panen wortel adalah sebagai berikut :
-
Berat wortel : 2,5 kg
-
Luas plot : 4m2
Produksi/ha =
Produksi/ha =
= 6.250 kg/ha atau
6,25 ton/ha
-
Pemanenan bayam
-
Berat bayam :4,4 kg
-
Luas plot : 4m2
Produksi/ha =
Produksi/ha =
= 11.000 kg/ha atau
11 ton/ha
-
Pemanenan kangkung
Berikut adalah hasil untuk pemanenan kangkung :
-
Berat kangkung :10 kg
-
Luas plot :4m2
Produksi/ha =
Produksi/ha =
= 25.000 kg/ha atau
25 ton/ha
-
Pemanenan ubi jalar
Untuk pemanenan ubi jalar menghasilkan hasil sebagai berikut :
-
Berat Ubi jalar : 3,5 kg
-
Luas plot : 4m2
Produksi/ha =
Produksi/ha =
= 8.750 kg/ha atau
8,75 ton/ha
Pembahasan
-
Tanaman kacang tanah.
Berdasarkan hasil diatas, hasil panen kacang tanah jika di
bandingkan dengan hasil panen nasional, sangatlah jauh sekali. Pada
hasil panen nasional kacang tanah dapat mencapai 700 – 1300 kg/ha.
Sedangkan pada praktikum hanya 126 kg/ha. Ini munhkin disebabkan
karena kurang maksimalnya perawatan yang diberikan terhadap tanaman
tersebut. Untuk kegiatan praktikum sudah di bimbing oleh tim teknisi
dan dosen. Waktu pemanenannya pun kacangnya kecil - kecil. Tau
mungkin juga ini disebabkan karena ketidaktelitian kami dalam
melaksanakan praktikum, sehingga tidak mendapatkan hasil yang
maksimal.
-
Tanaman jagung.
Untuk tanaman jagung juga tidak berbeda dengan kacang tanah, hasil
panennya hanya mencapai 1,224 ton/ha. Jika dibandingkan dengan hasil
panen nasional sangat jauh sekali perbedaannya. Hasil panen nasional
untuk lahan 1 ha dapat menghasilkan jagung seberat 10 – 11 ton/ha.
Rendahnya produksi pada praktikum mungkin disebabkan karena perawatan
yang tidak maksimal terhadap tanaman tersebut. Sehingga kesuburannya
terganggu dan berdampak pada kurangnya hasil panennya.
-
Tanaman wortel.
Begitu juga dengan hasil panen wortel, wortel hanya memperoleh hasil
panen seberat 6,25 ton/ha. Sedangkan jika kita bandingkan dengan
hasil panen nasional yang dapat mencapai 20 – 25 ton/ha. Hasil
panen yang yang tidak sesuai dengan semestinya mungkin di sebabkan
karena perawatan yang kurang, atau bibit yang diberikan tidak bibit
yang berkualitas unggul. Atau bisa juga disebabkan karena ketidak
telitian kami pada saat melaksanakan praktikum, sehinnga hasil yang
diperoleh berbeda jauh dengan yang semestinya.
-
Tanaman kangkung.
Pada tanaman kangkung hasil panen praktikum jika di bandingkan dengan
hasil panen nasional menunjukkan angka yang sama. Artinya perkiraan
terhadap hasil panen tersebut tidak jauh beda, bahkan dapat kita
bilang sama. Karena hasil panen nasional untuk 1 ha lahan
menghasilkan panen kangkung seberat 20 – 25 ton. Sedangkan pada
praktikum yang sudah dikalkulasikan menghasilkan panen untuk 1 ha
lahan seberat 25 ton. Jadi pertumbuhan kangkungnya berjalan dengan
baik, perawatan yang diberikan sudah bagus. Sehingga memperoleh
hasil yang bagus pula.
-
Tanaman ubi jalar.
Pada tanaman ubi jalar, berdasarkan hasil yang diperoleh. Jika kita
bandingkan dengan hasil panen nasional agak sedikit berbeda. Karena
pada hasil panen nasional untuk lahan 1 ha dapat mengasilkan ubi
jalar seberat 10 ton. Sedangkan untuk hasil praktikum hanya
menghasilkan hasil panen seberat 8,75 ton/ha. Ini mungkin disebabkan
karena perawatan yang masih kurang, dan pengetahuan kami dalam
berbudidaya yang masih terlalu jauh. Mungkin juga karena ketidak
telitian kami saat melaksanakan praktikum. Sehingga hasilnya tidak
maksimal.
BAB IV
PENUTUP
-
Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat
diambil dari praktikum ini yaitu :
-
Budidaya dapat dilakukan pada berbagai varietas tanaman
-
Tanaman yang berhasil dalam budidaya diantaranya bayam, kangkung, jagung dan kacang tanah. Sedangkan tanaman yang kurang berhasil dalam budidaya diantaranya wortel dan ubi jalar.
-
Kegagalan dalam budidaya dapat terjadi karena bibit yang kurang bagus, teknis budidaya yang kurang baik, adanya serangan hama dan penyakit, lahan yang kurang besar, serta perhatian atau tinjauan yang kurang terhadap budidaya.
-
Saran
Berdasarkan praktikum yang
telah dilakukan, penulis menyarankan kepada para calon maupun petani
professioanal untuk memahami cara-cara teknis budidaya yang baik dan
benar. Serta selalu mengambil pelajaran dari setiap budidaya yang
dilakukan, karena sebagus apapun teori yang kita punya dan pahami,
namun pengalaman jauh lebih berharga dari semua itu.
DAFTAR PUSTAKA






Tidak ada komentar:
Posting Komentar