LAPORAN
KERJA LAPANGAN DASAR- DASAR AGRONOMI (DDA)
PERBANYAKAN TANAMAN
SECARA GENERATIF
OLEH
:
TRI
NOVELA
15251421016
DOSEN
PEMBIMBING :
Ir.
Anidarfi, MP
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN PRODUKSI PERTANIAN
JURUSAN
BUDIDAYA TANAMAN PANGAN
POLITEKNIK
PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH
2015
BAB
I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Perbanyakan secara generatif merupakan
salah satu teknik yang digunakan dalam proses pembiakan tanaman. Melalui
perbanyakan generatif, biji yang telah memenuhi syarat ditanam hingga
menghasilkan tanaman baru yang lebih banyak. Biji yang ditanam tersebut merupakan
organ tanaman yang terbentuk dalam buah sebagai hasil dari pendewasaan bakal
biji yang dibuahi.
Perbanyakan secara
generatif adalah hasil perkawinan antara dua individu atau bagian individu yang
terpisah, sehingga turunan yang dihasilkan bersifat menyimpang dari kedua sifat
induknya. Perbanyakan tanaman secara generatif ini umumnya dapat dilakukan
dengan spora dan biji. Perbanyakan menggunakan biji memerlukan penanganan
secara spesifik agar menghasilkan benih yang baik dan berkualitas, daya kecambah
viabilitas dan daya tumbuh tinggi, dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang
kurang baik,serta dapat memberikan produksi yang tinggi.
Di indonesia sampai
saat ini, masalah benih belum mandapat
perhatian yang cukup memadai di kalangan ilmuan bidang budidaya
pertanian. Saat ini benih hanya di anggap sebagai salah satu sarana produksi
dalam tanaman. Di kalangan petani sebagai konsumen benih, masih banyak yang
belum merasakan kebutuhan benih bermutu sebagai sesuatu yang mendesak. Biasanya
benih di ambil dari tanaman yang terbaik, dengan harapan bila ditanam
berikutnya akan tumbuh menjadi tanaman yang mampu untuk berproduksi tinggi.
Dalam era kemajuan
teknologi dan juga dengan semakin berkembangnya kegiatan pertanian agribisnis,
maka kebutuhan benih-benih bermutu semakin meningkat. Hal ini merupakan keuntungan bagi ilmuan di
bidang perbenihan yang memandang benih sebagai fokus kajian yang tidak sekedar
biji yang dapat hidup atau tumbuh, tetapi sebagai tanaman embrional mini yang
dapat di pertanggungjawabkan mutu fisik dan fisiologisnya serta sudah jelas
identitas genetiknya.
Perbanyakan tanaman
dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara kawin atau biasa disebut dengan
generatif,dan secara tidak kawin atau vegetatif. Disini kita akan membahas
perbanyakan tanaman dengan generatif. Adapun keuntungan atau kebaikan dari
perbanyakan ini diantaranya adalah biaya yang relatif murah,
penyimpanan dalam waktu lama memuaskan, daya hidupnya tetap tinggi bila
disimpan dalam lingkungan yang menghindari kondisi favorable untuk respirasi
dan kegiatan enzimatik, serta memungkinkan untuk memulai tanaman yang bebas
penyakit, khususnya penyakit tertular biji (seedborne). Meskipun demikian
terdapat pula kelemahan pembiakan generatif, seperti adanya segregasi sifat
untuk tanaman-tanaman heterozigot, sehingga dihasilkan beberapa tanaman
keturunan yang sifatnya tidak sama dengan induknya.
Dan pada semester satu ini kerja lapangan pada program studi
Manajement Produksi Pertanian mempelajari tentang perbanyakan tanaman secara
generatif. Yang dilakukan pada biji cabai, biji jeruk, biji semangka, biji
alpukat dan biji tomat.
2.
Tujuan
Tujuan
dalam pembuatan laporan dari kerja lapangan mata kuliah Dasar Dasar Agronomi
ini antara lain adalah:
a. Untuk
memenuhi standar belajar Dasar-Dasar Agronomi
b. Membantu
mahasiswa untuk mengetahui bentuk-bentuk dari perbanyakan tanaman secara
generatif
c. Membantu
mahasiswa untuk melakukan penanaman benih dari berbagai jenis tanaman.
d. Menjelaskan cara-cara penyiapan biji
generatif (benih) jeruk, tomat, cabe, alpukat dan semangka.
e. Dapat menjelaskan peranan benih sebagai
bahan perbanyakan tanaman.
f. Mengetahui
teknik-teknik perbanyakan tanaman secara generative.
g. Membantu
mahasiswa melakukan pembumbungan bibit.
3. Manfaat
Penulisan
Apapun yang kita lakukan dalam
kehidupan ini, tentu ada manfaatnya.
Untuk itu, penulis berharap dengan adanya makalah ini, pembaca dapat
memahami dengan baik cara pemanenan tanaman tersebut, sehingga dapat memperoleh
hasil yang maksimal atau sesuai dengan yang diharapkan.
BAB II
LANDASAN TEORI
1. Pengertian
Pengembangbiakan Tanaman Secara Generative
Perkembangbiakan tanaman secara generatif merupakan perbanyakan tanaman yang
berasal dari biji. Setelah terjadinya penyerbukan, inti generatif serbuk sari
akan membelah menjadi dua sel sperma (gamet jantan). Satu sperma membuahi sel
telur untuk membentuk zigot. Sperma yang lain menyatu dengan kedua inti sel
yang terdapat di tengah kantung embrio untuk membentuk endosperma. Penyatuan
dua sperma dengan sel-sel yang berbeda dalam kantung embrio disebut pembuahan
ganda. Setelah fertilisasi ganda, bakal biji akan berkembang menjadi biji dan
bakal buah akan berkembang menjadi biji dan bakal buah akan berkembang menjadi
buah. ( Anonim, 2010 )
2. Kelebihan Dan
Kekurangan Perbanyakan Secara Generatif
A.
Kelebihan
·
Tanaman bisa diperoleh dengan mudah
dan cepat.
·
Tanaman yang dihasilkan memiliki
perakaran yang kuat, karena tanaman yang dihasilkan dari biji memiliki akar
yang kuat, terutama tanaman keras.
·
Memiliki keragaman genetik yang
digunakan untuk pemuliaan tanaman.
·
Tahan penyakit yang disebabkan oleh
tanah.
·
Varietas-varietas baru dapat dengan
mudah diperoleh dengan jalan menyilangkan perkawinannya.
B.
Kekurangan
·
Tanaman baru yang dihasilkan belum
tentu memiliki sifat yang bagus/unggul yang sama seperti induknya.
·
Varietas baru yang muncul belum
tentu baik.
·
Waktu berbuah lebih lama.
·
Kualitas tanaman baru akan diketahui
ketika tanaman telah berbuah. ( Agromina,
2012 )
3.
Perbedaan Biji, Benih dan Bibit
Dalam kegiatan budidaya tanaman istilah
biji, benih, dan bibit mempunyai pengertian berbeda.
Biji adalah hasil dari penyerbukan
suatu tanaman. Istilah biji digunakan untuk menyebut bagian tanaman yang
berfungsi sebagai unit penyebaran tanaman secara alamiah. Biji tersebut dapat
tumbuh menjadi tanaman tanpa campur tangan manusia.
Benih diartikan sebagai biji tanaman
yang telah mengalami pelakuan dan akan digunakan untuk tujuan perbanyakan
tanaman. Menurut Sadjad (1993) biji tumbuh kalau dipelihara dan ditangani untuk
tujuan budidaya dikatakan biji tersebut berfungsi sebagai benih. Contoh durian
yang memang sengaja ditanam tanpa dipelihara sekalipun, akhirnya menjadi
tanaman durian, biji yang ditanam itu adalah benih durian.
Bibit adalah bahan perbanyakan berupa
bagian vegetatif tanaman atau bisa disebut sebagai benih yang sudah
berkecambah. Bibit merupakan tanaman muda yang sudah tumbuh dipersemaian dan
siap dipindah ke lokasi penanaman. Contoh benih padi sawah sebelum ditanam
disawah dilakukan penyemaian, setelah tanaman berumur 21 hari dipersemaian
dapat dipindah dan ditanam di sawah.
Biji yang memenuhi kriteria
tertentu dapat dijadikan benih. Benih tanaman yang ditumbuhkan pada media
semai yang mengandung air akan tumbuh
dan berkembang menjadi bibit.
Pertumbuhan bibit sangat tergantung pada cadangan makanan di dalam benih
(endosperm). Cadangan makanan dalam
benih adalah karbohidrat, lemak dan protein.
Benih yang ditumbuhkan pada media semai akan melakukan proses
perkecam-bahan (germination).
Perkecambahan benih sangat dipengaruhi
oleh viabilitas benih dan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan dan
perkem-bangan bibit. Benih yang sedang
berkecambah sangat peka terhadap
penyakit tanaman dan gangguan fisik sehingga selama proses ini sangat
memerlukan perlindungan (proteksi). Perlindungan kecambah atau bibit muda
sebaiknya dilakukan dengan memasang pelindung berupa naungan dari plastik atau
paranet. ( Nazarul, 2014 )
BAB
III
PELAKSANAAN
1.
Penyiapan
Biji / Benih
a.
Persiapan Praktikum
·
Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
·
Seleksi masing-masing komoditi, apakah sudah layak untuk
digunakan sebagai bahan benih.
·
Lakukan pengambilan benih untuk masing masing komoditi.
b. Alat dan Bahan
1) Alat
·
Alat Persemaian Benih Di Laboratorium, diantaranya :
a) Seed Bed/ Baki
b) Pisau
c) Baskom plastik kecil
d) Plastik ukuran menengah
e) Air
·
Alat Persemaian Dan Kegatan Persemaian, diantaranya :
a) Cangkul
b) Ember plastik
c) Seed bed/ Baki
d) Polybag
2) Bahan
Bahan yang digunakan di Laboratorium
adalah :
a)
Buah tomat
b)
Buah semangka
c)
Buah jeruk
d)
Buah alpukat
e)
Cabai
2.
Penyiapan Dan Pemilihan Biji Generative
Di Laboratorium
Untuk
mendapatkan biji yang baik dan bermutu, agar mendapatkan hasil yang maksimal
sesuai dengan yang diinginkan kita harus mempersiapkan biji-biji tersebut di
laboratorium. Biji-biji tanaman yang harus kita persiapkan di antaranya adalah
tanaman tomat, jeruk, semangka, alpukat, dan cabe. Dalam mempersiapkan
biji-biji tersebut perlu diperhatikan bahwa buah yang di ambil adalah buah yang
berkualitas baik.
1. Tomat

a.
Seleksi buah tomat yang sudah matang, sehat, tidak terserang
hama dan penyakit serta bentuknya normal.
b.
Belah buah tomat secara hati-hati dari bagian ujung ke
pangkal buah.
c.
Kelupaskan kulit buah sehingga bagian biji terlihat dari
luar.
d.
Lepaskan biji dari placenta dan masukan kedalam baskom
plastik kecil.
e.
Remas-remas biji tomat dengan tangan supaya bagian lendir
terpisah dari biji, dan buang biji yang mengapung di permukaan air karena bji
yang mengapung merupakan biji yang mati atau biji tersebut tidak dapat tumbuh
jarena kosong, kemudian masukan kedalam saringan dan cuci dengan air sampai
bersih sampai tidak ada lagi bagian lendir yang tersisa. Biji yang sudah bersih
di tiriskan di atas kertas buram.
f.
Keringkan benih pada rak pengering dari jam 8.00 – 11.00
pagi sampai kadar air benih 12%. Tujuan penjemuran dengan waktu tertentu agar
benih tetap terjaga kadar airnya, dan penyerapanan kadar air pada benih
terserap secara teratur dan tidak menyebabkan benih menjadi shock.
g.
Setelah kadar air benih memenehi ketentuan, kemudian benih
dapat di kemas dengan kemasan plastik atau alumuniuim foil.
2. Cabe

a. Seleksi buah cabai yang akan diolah
atau di jadikan benih Yng sehat, masak secara fisiologis, sehat, tidak
terserang hama dan penyakit, serta bentuk buah lurus dan ukuranya normal.
b. Potong bagian pangkal dan ujung buah
1/3 bagian dan yang akan di ambil benihnya adalah yang 2/3 bagian tengah.
c. Belah buah dengan pisau secara
hati-hati dan jangan sampai mengenai atau melukai biji yang akan di jadikan
benih, karena dapat menyebabkan benih tidak tumbuh atau benuh upnormal.
d. Pisahkan biji dari placenta sehingga
biji benar-benar terpisah dari placenta dan daging buah.
e. Masukan biji kedalam baskom kecil dan
cuci dengan air sampai bersih.
f. Dan buang biji yang mengapung atau yang
mempunyai bentuk tidak normal, karena biji yang mengapung merupakan biji yang
kosong dan tidak dapat tumbuh (benih mati).
g. Kerinkan benih dengan rak-rak pengering
dari jam 8.00 – 11.00 pagi sampai kadar air
h. penyerapan kadar airnya.
i.
Setelah kering kemas benih dengan kemasan plastik atau
alumunium foil.
3.
Semangka

a.
Seleksi buah semangka yang akan diolah, buah yang suadah
matang secara fisiologis, sehat, tidak terserang hama dan penyakit dan
bentuknya normal.
b.
Potong bagian pangkal dan ujung buah 1/3 bagian dan yang
akan di ambil benihnya adalah yang 2/3 bagian tengah.
c.
Pisahkan biji dari bagian daging buah secara hati-hati,
kemudian masujan biji kedalam baskom kecil dan cuci dengan air sampai bersih.
d.
Pisahkan biji yang kisut, ysng berwarna coklat atau putih,
dan yang tidak normal bentuknya.
e.
Kemudian keringkan benih di rak-rak pengering dari jam 8.00
– 11.00 pagi sampai kering dan kadar airnya 12%. Tujuannya sama dengan
benih-benih yang lain agar tetap perjaga kesetabilan penyarapan pada kadar
airnya.
f.
Setelah itu benih dapat di kemas dengan kemasan plastik atau
alumuniuo foil.
4.
Jeruk

a.
Seleksi buah jeruk yang akan di oalah atau di jadikan benih,
pilih buah yang benar-benar masak secara fisiologis, sehat tidak trserang hama
dan juga penyakit, serta bentuk buah normal.
b.
Potong bagian jeruk
secara melintang di bagian tengah buah.
c.
Remas atau tekan potongan dengan kuat supaya biji keluar
atau terlepas dari placenta, lalu masukan biji kedalam baskom plastik kecil.
d.
Cucu biji jeruk sampai benar-benar bersih.
e.
Pisahkan biji yang kisut, berukuran kecil dan benih yang
terluka, kemudian benih yang berukuran tidak normal.
f.
Tiriskan biji dengan cara meniriskan biji di atas kertas
buram yang bersih.
g.
Kering anginkan biji di dalam ruangan (temperatur kamar).
h.
Kemas benih dengan kemasan plastik atau alumunium foil.
5. Alpukat

a. Pilih buah alpukat yang akan yang bagus
dan telah masak secara fisiologis, sehat, tidak terserang hama dan penyakit,
serta bentuk dan ukurannya normal.
b. Belah daging buah secara hati-hati
dengan arah potongan membujur sekeliling buah, kemudian angkat daging buah dan
ambil bijinya.
c. Kelupaskan kulit biji (epidermis) dari
biji sambil di cuci dengan air sampai bersih.
d. Kemudian kering anginkan biji pada
(terpertur kamar).
e. Benih siap tanam.
3.
Persemaian
Setelah melakukan pemilihan biji di
laboratorium, langkah selanjutnya adalah melakukan persemaian di rumah
pembibitan. Biji dapat disemai secara massal atau satu per satu. Jika disemai
massal, wadah yang digunakan adalah bedengan. Jika disemai satu per satu, wadah
yang digunakan adalah wadah-wadah kecil seperti kotak kayu, polibag, pot
plastik, keranjang kayu (besek), atau gelas bekas air mineral. Disini kita akan
melakukan dengan menggunakan baki dan polibag. Biji yang telah dipilih menjadi biji
generatif diletakkan pada media tanah, baik dalam polibag maupun di baki yang
berisi tanah yang mengandung humus dan pupuk organic. Sebelum diletakkan pada
media tanam, biji dihitung jumlahnya agar bisa dilakukan pengamatan dan
mengetahui daya tumbuh biji tersebut. Siapakan alat dan bahan yang di perlukan.
Adapun langkah-langkah yang kita
lakukan sebagai berikut :
a. Ambil tanah yang subur, gemburkan, dan
bersihkan sisa-sisa tanaman, rumput-rumputan, dan kotoran-kotoran lainya.
b.
Ambil pupuk kandang yang sudah matang dan kering, bersihkan
dari batu-batuan, sisa-sisa bahan lainya.
c.
Campurkan tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1:2
kemudian di siram dengan air ( kadar air kapasitas lapangan).
d.
Lipat bagian atas bolybag untuk mempermudah pengisian
polibag.
e. Bentuk polibag supaya rapi dan dapat di
berdirikan dengan posisi yang baik, lalu di isi dengan media yang sudah
disiapkan setinggi 4/5 bagian polibag, lalu siram polibag dengan gembor.
f. Tanamkan benih pada media tanah yang
telah disiapkan.
·
Tomat, cabe dan semangka di semai di pada seedbed sedangkan
·
Benih alpukat dan jeruk disemai di polibag.
Setelah diletakkan pada media
tumbuh, diberi air secukupnya dan letakkan pada tempat yang terang walaupun
tidak terkena cahaya matahari secara langsung agar bisa mendorong daya tumbuh
tunas pada biji dan menjadi sumber mineral bagi tanah untuk menunjang
pertumbuhan biji tersebut. Dan di diamkan untuk beberapa hari kemudian.
3.1 Keuntungan
dari persemaian, yaitu :
·
Menghemat biaya
pemeliharaan
·
Dapat dilakukan
seleksi pada bibit
·
Tidak tergantung musim
tanam
·
Dapat memilih bahan
yang subur
3.2 Kelemahan
dari persemaian, yaitu :
·
Memerlukan keahlian
atau keterampilan
·
Menambah biaya
produksi
·
Pemindahan bibit dari
persemaian kelapangan dapat mengakibatkan stagnasi pertumbuhan.
3.3 Perlakuan
benih sebelum disemai,yaitu:
·
Perendaman dengan air
·
Perlakuan dengan air
panas atau uap panas
·
Perlakuan dengan zat
kimia
·
Perlakuan secara
mekanis
3.4 Pemilihan
lokasi persemaian,yaitu:
·
Dekat dengan lahan
penanaman
·
Lahannya subur
·
Dekat dengan sumber
air
·
Mudah diamati
·
Jauh dari gangguan
4.
Pembubungan
Setelah di
biarkan dalam beberapa hari maka tiba saatnya untuk pemindahan biji yang telah
di tanam di seedbed untuk di pindahkan ke polibag atau plastik. Dimana biji
tersebut telah menampakan tunasnya. Kriteria kecambah dapat di pindahkan ke bumbungan apabila
talah mempunyai dua (2) helai daun membuka sempurna, pada benih yang baik
kecambah telah berumur 10-15 hari atau mempunyai tinggi sekitar 7-10 cm serta
kecambah sehat dan kuat.
Pindakan bibit
dari seedbed pada polibag berisi tanah yang telah dicampur dengan pupuk
kandang. Pilih bibit tomat, semangka, dan cabe yang bagus, saat menanam bibit
tersebut tanah dalam polibag dibuat seperti membubun yang berfungsi untuk
mendekatkan tanah ke pangkal batang. Setelah bibit sudah ditanam didalam
polibag, bibit tersebut diletakkan pada tempat
peletakan bibitang telah
disediakan.
5.
Pengamatan
Beberapa minggu setelah tanaman dipindahkan ke
polibag,maka di lakukan pengamatan, pengamatan tersebut untuk melihat daya tumbuh biji-biji yang kita
tanam. Pengamatan dilakukan pada rumah pembibitan dimana bibit tersebut
diletakkan dan dibiarkan tumbuh menjadi bibit yang baik. Dari beberapa
pengamatan didapatkan beberapa bibit yang tidak tumbuh dan mati. Bibit yang
tidak tumbuh tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor suhu,
cahaya, kurangnya perawatan dan biji yang tidak bagus.
Nama
Komoditi
|
Jumlah
yang sesuai
|
Jumlah
yang tumbuh
|
Tomat
|
25
|
24
|
Cabe
|
50
|
35
|
Semangka
|
25
|
8
|
Jeruk
|
21
|
18
|
Alpukat
|
4
|
0
|
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
1. Hasil
Setelah dillakukan pengamatan terhadap bibit dan benih
generatif yang telah tumbuh didapatkan hasil percobaan dengan menngunakan rumus
persentase yaitu :
Tabel Hasil
Dari Daya Kecambah Dari Percobaan Dan Penelitian Yang Dilakukan
Nama
Komditi
|
Jumlah
yang sesuai
|
Jumlah
yang tumbuh
|
Daya
Kecambah (%)
|
Tomat
|
25
|
24
|
96
%
|
Cabe
|
50
|
35
|
70
%
|
Semangka
|
25
|
8
|
32
%
|
Jeruk
|
21
|
18
|
85,71
%
|
Alpukat
|
4
|
0
|
0
%
|
Keterangan Gambar :
2. Pembahasan
Berdasarkan kegiatan
pratikum yang dilakukan, dan data pengamatan yang didapat, ada beberapa jenis
benih yang tidak tumbuh sesuai dengan yang diharapkan. Biji tanaman yang mati
mungkin terdiri dari faktor yang kompleks, seperti kurangnya perawatan,
pencahayaan, cuaca tidak menentu, bibit yang tidak berkualitas atau pun biji
yang tidak termasuk kriteria untuk ditanam karena biji tersebut ada yang
dipilih secara acak karena mengejar target tenggang waktu yang cukup sempit
sebelum praktikum dilakukan.
A. Tanaman Tomat
Pada benih tanaman
tomat persentase tumbuhnya yaitu 96%, persentase yang tumbuh hampir semua dari
jumlah yang disemai. Dimana benih tomat yang tumbuh adalah sebanyak 24 bibit
dari 25 benih yang disemai. Disini adalah hasil presentasi yang paling besar. Keadaan
ini terjadi karena pencucian biji yang kurang bersih dimana masih terdapat
lendir sehingga terjadi pembusukan pada biji yang disebabkan oleh bakteri,
selain itu jaga karena kurangnya perawatan.
B. Cabe
Pada benih tanaman
cabe persentase tumbuhnya adalah 70%, di sini hasil persentasenya lebih kecil
dari persentase tomat, dimana benih yang tumbuh adalah 35 bibit dari 50 benih
yang di semai. Hal ini disebabkan karena kadar air waktu penyemaian yang kurang
memadai atau kurang mencukupi dan kurangnya perawatan terhadap benih. Selain
itu juga disebabkan oleh pemilihan atau penyeleksian buah yang tidak
berkualitas baik.
C. Jeruk
Pada benih jeruk,
persentase tumbuhnya lebih besar daripada cabe yakni 85,71%, dikarenakan benih
yang dipilih tidak dari benih yang berkualitas baik, dimana bijinya itu
kebanyakan kisut dan buah nya belum matang sempurna. Hal ini juga disebabkan
oleh pembersihan biji yang di lakukan yang tidak maksimal serta perawatan yang
sangat kurang.
D. Alpukat
Pada komoditi alpukat, persentase
tumbuhnya 0%, dikarenakan belum ada yang tumbuh.
E. Semangka
Pada benih semangka persentase tumbuh
32 %, hasil persentase yang rendah, dari 25 benih yang disemai, hanya 8
bibit yang tumbuh. Hal ini disebabkan
oleh faktor eksternal dan faktor internal, pada faktor eksternal perlakuan pada
benih yang kurang baik atau kadar air pada benih belum mencukupi target yang
telah di tentukan sehingga menyebabkan benih tidak berkecambah dengan baik. Dan
bisa juga disebabkan oleh tanaman yang diambil untuk pembibitan juga tanaman
yang kurang berkualitas.
BAB
V
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Yang memiliki daya kecambah tertinggi
yaitu tomat dengan 96%.
2. Yang memiliki daya kecambah 85,71
adalah jeruk.
3. Yang memiliki daya kecambah 70% adalah
cabe.
4. Yang memiliki daya kecambah 32% adalah
semangka.
5. Yang tidakmemiliki daya kecambah adalah
alpokat yaitu 0%, disini belum tentu terjadi kegagalan. Tetapi dikarenakan
belum ada yang tumbuh dari semua biji.
6. Yang
mempengaruhi daya kecambah yaitu kebersihan sewaktu mempersiapkan biji, media
tanam yang kurang baik, ketersediaan oksigen pada lingkungan tumbuh dan
perlakuan yang kurang sistematis dan continue.
7. Penyiapan
biji secara generatif ini memiliki keuntungan dibandingkan dengan penyiapan
biji secara vegetatif. Karena, bibit yang dihasilkan didalam penyiapan biji
secara generatif ini telah terseleksi mana yang paling unggul yang bisa
dibibitkan. Sehingga harapan hidup tanaman lebih tinggi.
Perbanyakan secara generative dilakukan menggunakan biji
dari buah yang dipilih sebelumnya, yaitu buah yang berkualitas baik. Dalam
melakukanya kita benar-benar memperhatikan biji atau tanaman yang harus
dijadikan. Pada saat mempersiapkan benih atau menyeleksi benih yang akan di
semai harus benar-benar di perhatikan jenih perlakuan dan juga cara pengambilan
atau pemisahan juga dapat menjadi salah satu penyebab atau pemicu terjadinya
kerusakan pada benih. Kelembaban tanah dan cuaca juga dapat mempengaruhi
pertumbuhan pada kecambah, perlakuan awal atau pemrosesan awal akan sangat
berpengaruh untuk benih yang akan di kecambahkan, kegagalan pada benih tomat, durian,
semangka, alpukat, jeruk, adalah tingginya kadar air pada media perkecambahan
sehingga menyebabkan tumbuhnya jamur atau
cendawan yang membuat benih menjadi rusak dan membusuk.
B. Saran
·
Agar hasil kerja kita dapat maksimal dan sesuai dengan
keinginan yang kita inginkan kita harus memperhatikan segala hal yang dapat
mempengaruhi tanaman tersebut.
·
Saat melakukan penyemain harus memperhatikan faktor-faktor
yang akan mempengaruhi keberhasilan, seperti keadaan cuaca, kondisi benih dan
juga tempat pembibitan yang akan di gunakan untuk kegiatan penyemaian,
peralatan atau sarana prasarana juga harus sangat di perhatikan media yang
steril terhindar dari sesuatu yang bisa menyebabkan tumbuhnya cendawan atau
bibit penyakit.
·
Sebaiknya setiap praktikum dosen pembimbing harus memeriksa
apakah biji / benih tersebut telah siap untuk ditanam atau belum
DAFTAR PUSTAKA
Elita, N. Anidarfi dan Darmansyah. 2012. Dasar-Dasar Agronomi. Politeknik
Pertanian Negri Payakumbuh. Payakumbuh.98 hal.
Diakses pada 02 October 2015
Diakses pada 02 October 2015
Diakses pada 02 October 2015
http://wikipedia.perbanyakan tanaman secara
generatif.com
Diakses pada 02 October 2015






Tidak ada komentar:
Posting Komentar