LAPORAN KERJA LAPANGAN DASAR-DASAR AGRONOMI (DDA) PERBANYAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF




LAPORAN KERJA LAPANGAN DASAR- DASAR AGRONOMI (DDA)
PERBANYAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF




OLEH :

TRI NOVELA
15251421016


DOSEN PEMBIMBING :

Ir. Anidarfi, MP




PROGRAM STUDI MANAJEMEN PRODUKSI PERTANIAN
JURUSAN BUDIDAYA TANAMAN PANGAN
POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH
2015


BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Perbanyakan secara generatif merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam proses pembiakan tanaman. Melalui perbanyakan generatif, biji yang telah memenuhi syarat ditanam hingga menghasilkan tanaman baru yang lebih banyak. Biji yang ditanam tersebut merupakan organ tanaman yang terbentuk dalam buah sebagai hasil dari pendewasaan bakal biji yang dibuahi.
Perbanyakan secara generatif adalah hasil perkawinan antara dua individu atau bagian individu yang terpisah, sehingga turunan yang dihasilkan bersifat menyimpang dari kedua sifat induknya. Perbanyakan tanaman secara generatif ini umumnya dapat dilakukan dengan spora dan biji. Perbanyakan menggunakan biji memerlukan penanganan secara spesifik agar menghasilkan benih yang baik dan berkualitas, daya kecambah viabilitas dan daya tumbuh tinggi, dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang baik,serta dapat memberikan produksi yang tinggi.
Di indonesia sampai saat ini, masalah benih belum mandapat  perhatian yang cukup memadai di kalangan ilmuan bidang budidaya pertanian. Saat ini benih hanya di anggap sebagai salah satu sarana produksi dalam tanaman. Di kalangan petani sebagai konsumen benih, masih banyak yang belum merasakan kebutuhan benih bermutu sebagai sesuatu yang mendesak. Biasanya benih di ambil dari tanaman yang terbaik, dengan harapan bila ditanam berikutnya akan tumbuh menjadi tanaman yang mampu untuk berproduksi tinggi.
Dalam era kemajuan teknologi dan juga dengan semakin berkembangnya kegiatan pertanian agribisnis, maka kebutuhan benih-benih bermutu semakin meningkat. Hal  ini merupakan keuntungan bagi ilmuan di bidang perbenihan yang memandang benih sebagai fokus kajian yang tidak sekedar biji yang dapat hidup atau tumbuh, tetapi sebagai tanaman embrional mini yang dapat di pertanggungjawabkan mutu fisik dan fisiologisnya serta sudah jelas identitas genetiknya.
Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara kawin atau biasa disebut dengan generatif,dan secara tidak kawin atau vegetatif. Disini kita akan membahas perbanyakan tanaman dengan generatif. Adapun keuntungan atau kebaikan dari perbanyakan ini diantaranya adalah biaya yang relatif murah, penyimpanan dalam waktu lama memuaskan, daya hidupnya tetap tinggi bila disimpan dalam lingkungan yang menghindari kondisi favorable untuk respirasi dan kegiatan enzimatik, serta memungkinkan untuk memulai tanaman yang bebas penyakit, khususnya penyakit tertular biji (seedborne). Meskipun demikian terdapat pula kelemahan pembiakan generatif, seperti adanya segregasi sifat untuk tanaman-tanaman heterozigot, sehingga dihasilkan beberapa tanaman keturunan yang sifatnya tidak sama dengan induknya.
Dan pada semester satu ini kerja lapangan pada program studi Manajement Produksi Pertanian mempelajari tentang perbanyakan tanaman secara generatif. Yang dilakukan pada biji cabai, biji jeruk, biji semangka, biji alpukat dan biji tomat.

2.      Tujuan
Tujuan dalam pembuatan laporan dari kerja lapangan mata kuliah Dasar Dasar Agronomi ini antara lain adalah:
a.       Untuk memenuhi standar belajar Dasar-Dasar Agronomi
b.      Membantu mahasiswa untuk mengetahui bentuk-bentuk dari perbanyakan tanaman secara generatif
c.       Membantu mahasiswa untuk melakukan penanaman benih dari berbagai jenis tanaman.
d.      Menjelaskan cara-cara penyiapan biji generatif (benih) jeruk, tomat, cabe, alpukat dan semangka.
e.       Dapat menjelaskan peranan benih sebagai bahan perbanyakan tanaman.
f.       Mengetahui teknik-teknik perbanyakan tanaman secara generative.
g.      Membantu mahasiswa melakukan pembumbungan bibit.

3.      Manfaat Penulisan
Apapun yang kita lakukan dalam kehidupan ini, tentu ada manfaatnya.  Untuk itu, penulis berharap dengan adanya makalah ini, pembaca dapat memahami dengan baik cara pemanenan tanaman tersebut, sehingga dapat memperoleh hasil yang maksimal atau sesuai dengan yang diharapkan.


















BAB II
LANDASAN TEORI
1.      Pengertian Pengembangbiakan Tanaman Secara Generative
Perkembangbiakan tanaman secara generatif merupakan perbanyakan tanaman  yang berasal dari biji. Setelah terjadinya penyerbukan, inti generatif serbuk sari akan membelah menjadi dua sel sperma (gamet jantan). Satu sperma membuahi sel telur untuk membentuk zigot. Sperma yang lain menyatu dengan kedua inti sel yang terdapat di tengah kantung embrio untuk membentuk endosperma. Penyatuan dua sperma dengan sel-sel yang berbeda dalam kantung embrio disebut pembuahan ganda. Setelah fertilisasi ganda, bakal biji akan berkembang menjadi biji dan bakal buah akan berkembang menjadi biji dan bakal buah akan berkembang menjadi buah. ( Anonim, 2010 )

2.      Kelebihan Dan Kekurangan Perbanyakan Secara Generatif

A.    Kelebihan
·         Tanaman bisa diperoleh dengan mudah dan cepat.
·         Tanaman yang dihasilkan memiliki perakaran yang kuat, karena tanaman yang dihasilkan dari biji memiliki akar yang kuat, terutama tanaman keras.
·         Memiliki keragaman genetik yang digunakan untuk pemuliaan tanaman.
·         Tahan penyakit yang disebabkan oleh tanah.
·         Varietas-varietas baru dapat dengan mudah diperoleh dengan jalan menyilangkan perkawinannya.

B.     Kekurangan
·         Tanaman baru yang dihasilkan belum tentu memiliki sifat yang bagus/unggul yang sama seperti induknya.
·         Varietas baru yang muncul belum tentu baik.
·         Waktu berbuah lebih lama.
·         Kualitas tanaman baru akan diketahui ketika tanaman telah berbuah. ( Agromina, 2012 )
3.      Perbedaan Biji, Benih dan Bibit
Dalam kegiatan budidaya tanaman istilah biji, benih, dan bibit mempunyai pengertian berbeda.
Biji adalah hasil dari penyerbukan suatu tanaman. Istilah biji digunakan untuk menyebut bagian tanaman yang berfungsi sebagai unit penyebaran tanaman secara alamiah. Biji tersebut dapat tumbuh menjadi tanaman tanpa campur tangan manusia.
Benih diartikan sebagai biji tanaman yang telah mengalami pelakuan dan akan digunakan untuk tujuan perbanyakan tanaman. Menurut Sadjad (1993) biji tumbuh kalau dipelihara dan ditangani untuk tujuan budidaya dikatakan biji tersebut berfungsi sebagai benih. Contoh durian yang memang sengaja ditanam tanpa dipelihara sekalipun, akhirnya menjadi tanaman durian, biji yang ditanam itu adalah benih durian.
Bibit adalah bahan perbanyakan berupa bagian vegetatif tanaman atau bisa disebut sebagai benih yang sudah berkecambah. Bibit merupakan tanaman muda yang sudah tumbuh dipersemaian dan siap dipindah ke lokasi penanaman. Contoh benih padi sawah sebelum ditanam disawah dilakukan penyemaian, setelah tanaman berumur 21 hari dipersemaian dapat dipindah dan ditanam di sawah.
Biji yang memenuhi kriteria tertentu  dapat dijadikan benih.  Benih tanaman yang ditumbuhkan pada media semai yang mengandung  air akan tumbuh dan berkembang menjadi bibit.  Pertumbuhan bibit sangat tergantung pada cadangan makanan di dalam benih (endosperm).  Cadangan makanan dalam benih adalah karbohidrat, lemak dan protein.   Benih yang ditumbuhkan pada media semai akan melakukan proses perkecam-bahan (germination). 
Perkecambahan benih sangat dipengaruhi oleh viabilitas benih dan lingkungan yang cocok untuk pertumbuhan dan perkem-bangan bibit.  Benih yang sedang berkecambah sangat  peka terhadap penyakit tanaman dan gangguan fisik sehingga selama proses ini sangat memerlukan  perlindungan (proteksi).  Perlindungan kecambah atau bibit muda sebaiknya dilakukan dengan memasang pelindung berupa naungan dari plastik atau paranet. ( Nazarul, 2014 )

















BAB III
PELAKSANAAN

1.      Penyiapan Biji / Benih
a.       Persiapan Praktikum
·         Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
·         Seleksi masing-masing komoditi, apakah sudah layak untuk digunakan sebagai bahan benih.
·         Lakukan pengambilan benih untuk masing masing    komoditi.
b.      Alat dan Bahan
1)      Alat
·      Alat Persemaian Benih Di Laboratorium, diantaranya :
a)      Seed Bed/ Baki
b)      Pisau
c)      Baskom plastik kecil
d)     Plastik ukuran menengah
e)      Air
·      Alat Persemaian Dan Kegatan Persemaian, diantaranya :
a)      Cangkul
b)      Ember plastik
c)      Seed bed/ Baki
d)     Polybag

2)      Bahan
Bahan yang digunakan di Laboratorium adalah :
a)      Buah tomat
b)      Buah semangka
c)      Buah jeruk
d)     Buah alpukat
e)      Cabai


2.      Penyiapan Dan Pemilihan Biji Generative Di Laboratorium
Untuk mendapatkan biji yang baik dan bermutu, agar mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan yang diinginkan kita harus mempersiapkan biji-biji tersebut di laboratorium. Biji-biji tanaman yang harus kita persiapkan di antaranya adalah tanaman tomat, jeruk, semangka, alpukat, dan cabe. Dalam mempersiapkan biji-biji tersebut perlu diperhatikan bahwa buah yang di ambil adalah buah yang berkualitas baik.

1. Tomat
http://portalmadura.com/wp-content/uploads/2015/10/tomat-rsmadkotakediri.jpg
a.       Seleksi buah tomat yang sudah matang, sehat, tidak terserang hama dan penyakit serta bentuknya normal.
b.      Belah buah tomat secara hati-hati dari bagian ujung ke pangkal buah.
c.       Kelupaskan kulit buah sehingga bagian biji terlihat dari luar.
d.      Lepaskan biji dari placenta dan masukan kedalam baskom plastik kecil.
e.       Remas-remas biji tomat dengan tangan supaya bagian lendir terpisah dari biji, dan buang biji yang mengapung di permukaan air karena bji yang mengapung merupakan biji yang mati atau biji tersebut tidak dapat tumbuh jarena kosong, kemudian masukan kedalam saringan dan cuci dengan air sampai bersih sampai tidak ada lagi bagian lendir yang tersisa. Biji yang sudah bersih di tiriskan di atas kertas buram.
f.       Keringkan benih pada rak pengering dari jam 8.00 – 11.00 pagi sampai kadar air benih 12%. Tujuan penjemuran dengan waktu tertentu agar benih tetap terjaga kadar airnya, dan penyerapanan kadar air pada benih terserap secara teratur dan tidak menyebabkan benih menjadi shock.
g.      Setelah kadar air benih memenehi ketentuan, kemudian benih dapat di kemas dengan kemasan plastik atau alumuniuim foil.


2. Cabe
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzcl8FV-v1xvUQDTFfYI6RrjZ4V9yP270b1mBif7pLlJysl6-xG9h91XXASCvPPOqXbusL1-ahg-AOFQPBw1gwhfO1EtF_msZO5FvrihxXcn35bpMxT7J4qqOiQzwQxifjwFdmCpvDQbM/s1600/001+-+apa+itu+pengertian+pedas+cabe+cabai+adalah.jpg
a.       Seleksi buah cabai yang akan diolah atau di jadikan benih Yng sehat, masak secara fisiologis, sehat, tidak terserang hama dan penyakit, serta bentuk buah lurus dan ukuranya normal.
b.      Potong bagian pangkal dan ujung buah 1/3 bagian dan yang akan di ambil benihnya adalah yang 2/3 bagian tengah.
c.       Belah buah dengan pisau secara hati-hati dan jangan sampai mengenai atau melukai biji yang akan di jadikan benih, karena dapat menyebabkan benih tidak tumbuh atau benuh upnormal.
d.      Pisahkan biji dari placenta sehingga biji benar-benar terpisah dari placenta dan daging buah.
e.       Masukan biji kedalam baskom kecil dan cuci dengan air sampai bersih.
f.       Dan buang biji yang mengapung atau yang mempunyai bentuk tidak normal, karena biji yang mengapung merupakan biji yang kosong dan tidak dapat tumbuh (benih mati).
g.      Kerinkan benih dengan rak-rak pengering dari jam 8.00 – 11.00 pagi sampai kadar air
h.      penyerapan kadar airnya.
i.        Setelah kering kemas benih dengan kemasan plastik atau alumunium foil.
3. Semangka
http://www.voa-islam.com/photos5/semangka.jpg
a.       Seleksi buah semangka yang akan diolah, buah yang suadah matang secara fisiologis, sehat, tidak terserang hama dan penyakit dan bentuknya normal.
b.      Potong bagian pangkal dan ujung buah 1/3 bagian dan yang akan di ambil benihnya adalah yang 2/3 bagian tengah.
c.       Pisahkan biji dari bagian daging buah secara hati-hati, kemudian masujan biji kedalam baskom kecil dan cuci dengan air sampai bersih.
d.      Pisahkan biji yang kisut, ysng berwarna coklat atau putih, dan yang tidak normal bentuknya.
e.       Kemudian keringkan benih di rak-rak pengering dari jam 8.00 – 11.00 pagi sampai kering dan kadar airnya 12%. Tujuannya sama dengan benih-benih yang lain agar tetap perjaga kesetabilan penyarapan pada kadar airnya.
f.       Setelah itu benih dapat di kemas dengan kemasan plastik atau alumuniuo foil.
4. Jeruk
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ4JMEWYPfwN9-3uOGErmS3XT-KbIeWnYb_bTQm7mlKTwXk3fN5
a.       Seleksi buah jeruk yang akan di oalah atau di jadikan benih, pilih buah yang benar-benar masak secara fisiologis, sehat tidak trserang hama dan juga penyakit, serta bentuk buah normal.
b.      Potong bagian  jeruk secara melintang di bagian tengah buah.
c.       Remas atau tekan potongan dengan kuat supaya biji keluar atau terlepas dari placenta, lalu masukan biji kedalam baskom plastik kecil.
d.      Cucu biji jeruk sampai benar-benar bersih.
e.       Pisahkan biji yang kisut, berukuran kecil dan benih yang terluka, kemudian benih yang berukuran tidak normal.
f.       Tiriskan biji dengan cara meniriskan biji di atas kertas buram yang bersih.
g.      Kering anginkan biji di dalam ruangan (temperatur kamar).
h.      Kemas benih dengan kemasan plastik atau alumunium foil.
5.  Alpukat
http://manfaatbagus.com/wp-content/uploads/2014/03/buah-alpukat-segar.jpg
a.       Pilih buah alpukat yang akan yang bagus dan telah masak secara fisiologis, sehat, tidak terserang hama dan penyakit, serta bentuk dan ukurannya normal.
b.      Belah daging buah secara hati-hati dengan arah potongan membujur sekeliling buah, kemudian angkat daging buah dan ambil bijinya.
c.       Kelupaskan kulit biji (epidermis) dari biji sambil di cuci dengan air sampai bersih.
d.      Kemudian kering anginkan biji pada (terpertur kamar).
e.       Benih siap tanam. 
3.      Persemaian
Setelah melakukan pemilihan biji di laboratorium, langkah selanjutnya adalah melakukan persemaian di rumah pembibitan. Biji dapat disemai secara massal atau satu per satu. Jika disemai massal, wadah yang digunakan adalah bedengan. Jika disemai satu per satu, wadah yang digunakan adalah wadah-wadah kecil seperti kotak kayu, polibag, pot plastik, keranjang kayu (besek), atau gelas bekas air mineral. Disini kita akan melakukan dengan menggunakan baki dan polibag. Biji yang telah dipilih menjadi biji generatif diletakkan pada media tanah, baik dalam polibag maupun di baki yang berisi tanah yang mengandung humus dan pupuk organic. Sebelum diletakkan pada media tanam, biji dihitung jumlahnya agar bisa dilakukan pengamatan dan mengetahui daya tumbuh biji tersebut. Siapakan alat dan bahan yang di perlukan.
Adapun langkah-langkah yang kita lakukan sebagai berikut :
a.       Ambil tanah yang subur, gemburkan, dan bersihkan sisa-sisa tanaman, rumput-rumputan, dan kotoran-kotoran lainya.
b.      Ambil pupuk kandang yang sudah matang dan kering, bersihkan dari batu-batuan, sisa-sisa bahan lainya.
c.       Campurkan tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1:2 kemudian di siram dengan air ( kadar air kapasitas lapangan).
d.      Lipat bagian atas bolybag untuk mempermudah pengisian polibag.
e.       Bentuk polibag supaya rapi dan dapat di berdirikan dengan posisi yang baik, lalu di isi dengan media yang sudah disiapkan setinggi 4/5 bagian polibag, lalu siram polibag dengan gembor.
f.       Tanamkan benih pada media tanah yang telah disiapkan.
·         Tomat, cabe dan semangka di semai di pada seedbed sedangkan
·         Benih alpukat dan jeruk disemai di polibag.
Setelah diletakkan pada media tumbuh, diberi air secukupnya dan letakkan pada tempat yang terang walaupun tidak terkena cahaya matahari secara langsung agar bisa mendorong daya tumbuh tunas pada biji dan menjadi sumber mineral bagi tanah untuk menunjang pertumbuhan biji tersebut. Dan di diamkan untuk beberapa hari kemudian.

3.1 Keuntungan dari persemaian, yaitu :
·         Menghemat biaya pemeliharaan
·         Dapat dilakukan seleksi pada bibit
·         Tidak tergantung musim tanam
·         Dapat memilih bahan yang subur
3.2 Kelemahan dari persemaian, yaitu :
·         Memerlukan keahlian atau keterampilan
·         Menambah biaya produksi
·         Pemindahan bibit dari persemaian kelapangan dapat mengakibatkan stagnasi pertumbuhan.
3.3 Perlakuan benih sebelum disemai,yaitu:
·         Perendaman dengan air
·         Perlakuan dengan air panas atau uap panas
·         Perlakuan dengan zat kimia
·         Perlakuan secara mekanis
3.4 Pemilihan lokasi persemaian,yaitu:
·         Dekat dengan lahan penanaman
·         Lahannya subur
·         Dekat dengan sumber air
·         Mudah diamati
·         Jauh dari gangguan

4.      Pembubungan
Setelah di biarkan dalam beberapa hari maka tiba saatnya untuk pemindahan biji yang telah di tanam di seedbed untuk di pindahkan ke polibag atau plastik. Dimana biji tersebut telah menampakan tunasnya. Kriteria kecambah dapat di pindahkan ke bumbungan apabila talah mempunyai dua (2) helai daun membuka sempurna, pada benih yang baik kecambah telah berumur 10-15 hari atau mempunyai tinggi sekitar 7-10 cm serta kecambah sehat dan kuat.
Pindakan bibit dari seedbed pada polibag berisi tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang. Pilih bibit tomat, semangka, dan cabe yang bagus, saat menanam bibit tersebut tanah dalam polibag dibuat seperti membubun yang berfungsi untuk mendekatkan tanah ke pangkal batang. Setelah bibit sudah ditanam didalam polibag, bibit tersebut diletakkan pada tempat  peletakan  bibitang telah disediakan.

5.      Pengamatan
Beberapa minggu setelah tanaman dipindahkan ke polibag,maka di lakukan pengamatan, pengamatan tersebut  untuk melihat daya tumbuh biji-biji yang kita tanam. Pengamatan dilakukan pada rumah pembibitan dimana bibit tersebut diletakkan dan dibiarkan tumbuh menjadi bibit yang baik. Dari beberapa pengamatan didapatkan beberapa bibit yang tidak tumbuh dan mati. Bibit yang tidak tumbuh tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor suhu, cahaya, kurangnya perawatan dan biji yang tidak bagus.

Nama Komoditi
Jumlah yang sesuai
Jumlah yang tumbuh
Tomat
25
24
Cabe
50
35
Semangka
25
8
Jeruk
21
18
Alpukat
4
0















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Hasil
Setelah dillakukan pengamatan terhadap bibit dan benih generatif yang telah tumbuh didapatkan hasil percobaan dengan menngunakan rumus persentase yaitu :

Tabel Hasil Dari Daya Kecambah Dari Percobaan Dan Penelitian Yang Dilakukan

Nama Komditi
Jumlah yang sesuai
Jumlah yang tumbuh
Daya Kecambah (%)
Tomat
25
24
96 %
Cabe
50
35
70 %
Semangka
25
8
32 %
Jeruk
21
18
85,71 %
Alpukat
4
0
0 %

Keterangan Gambar :
 32 %
 85,71 %
 0 %



2. Pembahasan
Berdasarkan kegiatan pratikum yang dilakukan, dan data pengamatan yang didapat, ada beberapa jenis benih yang tidak tumbuh sesuai dengan yang diharapkan. Biji tanaman yang mati mungkin terdiri dari faktor yang kompleks, seperti kurangnya perawatan, pencahayaan, cuaca tidak menentu, bibit yang tidak berkualitas atau pun biji yang tidak termasuk kriteria untuk ditanam karena biji tersebut ada yang dipilih secara acak karena mengejar target tenggang waktu yang cukup sempit sebelum praktikum dilakukan.
A.        Tanaman Tomat
Pada benih tanaman tomat persentase tumbuhnya yaitu 96%, persentase yang tumbuh hampir semua dari jumlah yang disemai. Dimana benih tomat yang tumbuh adalah sebanyak 24 bibit dari 25 benih yang disemai. Disini adalah hasil presentasi yang paling besar. Keadaan ini terjadi karena pencucian biji yang kurang bersih dimana masih terdapat lendir sehingga terjadi pembusukan pada biji yang disebabkan oleh bakteri, selain itu jaga karena kurangnya perawatan.
B.      Cabe
Pada benih tanaman cabe persentase tumbuhnya adalah 70%, di sini hasil persentasenya lebih kecil dari persentase tomat, dimana benih yang tumbuh adalah 35 bibit dari 50 benih yang di semai. Hal ini disebabkan karena kadar air waktu penyemaian yang kurang memadai atau kurang mencukupi dan kurangnya perawatan terhadap benih. Selain itu juga disebabkan oleh pemilihan atau penyeleksian buah yang tidak berkualitas baik.
C.       Jeruk                      
Pada benih jeruk, persentase tumbuhnya lebih besar daripada cabe yakni 85,71%, dikarenakan benih yang dipilih tidak dari benih yang berkualitas baik, dimana bijinya itu kebanyakan kisut dan buah nya belum matang sempurna. Hal ini juga disebabkan oleh pembersihan biji yang di lakukan yang tidak maksimal serta perawatan yang sangat kurang.


D.      Alpukat
Pada komoditi alpukat, persentase tumbuhnya 0%, dikarenakan belum ada yang tumbuh.
E.       Semangka
Pada benih semangka persentase tumbuh 32 %, hasil persentase yang  rendah, dari 25 benih yang disemai, hanya 8 bibit yang tumbuh. Hal ini  disebabkan oleh faktor eksternal dan faktor internal, pada faktor eksternal perlakuan pada benih yang kurang baik atau kadar air pada benih belum mencukupi target yang telah di tentukan sehingga menyebabkan benih tidak berkecambah dengan baik. Dan bisa juga disebabkan oleh tanaman yang diambil untuk pembibitan juga tanaman yang kurang berkualitas.















BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Yang memiliki daya kecambah tertinggi yaitu tomat dengan 96%.
2.      Yang memiliki daya kecambah 85,71 adalah jeruk.
3.      Yang memiliki daya kecambah 70% adalah cabe.
4.      Yang memiliki daya kecambah 32% adalah semangka.
5.      Yang tidakmemiliki daya kecambah adalah alpokat yaitu 0%, disini belum tentu terjadi kegagalan. Tetapi dikarenakan belum ada yang tumbuh dari semua biji.
6.      Yang mempengaruhi daya kecambah yaitu kebersihan sewaktu mempersiapkan biji, media tanam yang kurang baik, ketersediaan oksigen pada lingkungan tumbuh dan perlakuan yang kurang sistematis dan continue.
7.      Penyiapan biji secara generatif ini memiliki keuntungan dibandingkan dengan penyiapan biji secara vegetatif. Karena, bibit yang dihasilkan didalam penyiapan biji secara generatif ini telah terseleksi mana yang paling unggul yang bisa dibibitkan. Sehingga harapan hidup tanaman lebih tinggi.

Perbanyakan secara generative dilakukan menggunakan biji dari buah yang dipilih sebelumnya, yaitu buah yang berkualitas baik. Dalam melakukanya kita benar-benar memperhatikan biji atau tanaman yang harus dijadikan. Pada saat mempersiapkan benih atau menyeleksi benih yang akan di semai harus benar-benar di perhatikan jenih perlakuan dan juga cara pengambilan atau pemisahan juga dapat menjadi salah satu penyebab atau pemicu terjadinya kerusakan pada benih. Kelembaban tanah dan cuaca juga dapat mempengaruhi pertumbuhan pada kecambah, perlakuan awal atau pemrosesan awal akan sangat berpengaruh untuk benih yang akan di kecambahkan, kegagalan pada benih tomat, durian, semangka, alpukat, jeruk, adalah tingginya kadar air pada media perkecambahan sehingga menyebabkan tumbuhnya jamur atau  cendawan yang membuat benih menjadi rusak dan membusuk.
B.     Saran
·         Agar hasil kerja kita dapat maksimal dan sesuai dengan keinginan yang kita inginkan kita harus memperhatikan segala hal yang dapat mempengaruhi tanaman tersebut.
·         Saat melakukan penyemain harus memperhatikan faktor-faktor yang akan mempengaruhi keberhasilan, seperti keadaan cuaca, kondisi benih dan juga tempat pembibitan yang akan di gunakan untuk kegiatan penyemaian, peralatan atau sarana prasarana juga harus sangat di perhatikan media yang steril terhindar dari sesuatu yang bisa menyebabkan tumbuhnya cendawan atau bibit penyakit.
·         Sebaiknya setiap praktikum dosen pembimbing harus memeriksa apakah biji / benih tersebut telah siap untuk ditanam atau belum


















DAFTAR PUSTAKA

Elita, N. Anidarfi dan Darmansyah. 2012. Dasar-Dasar Agronomi. Politeknik Pertanian Negri Payakumbuh. Payakumbuh.98 hal.
Diakses pada 02 October 2015
Diakses pada 02 October 2015
Diakses pada 02 October 2015
http://wikipedia.perbanyakan tanaman secara generatif.com
Diakses pada 02 October 2015


Tidak ada komentar:

Posting Komentar