Laporan DDA Tentang perbanyakan tanaman secara generatif




LAPORAN
DASAR-DASAR AGRONOMI
PERBANYAKAN TANAMAN SECARA GENERATIFE

Disusun Oleh:
ADEK IRMA SURYANI ZAI
15251421014


 




Dosen Pembimbing :
Ir. Hj.Nelson Elita, MP


Program Studi Manajemen Produksi Pertanian
Jurusan Budidaya Tanaman Pangan
Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh
2015
I.PENDAHULUAN

1.1            Latar Belakang
 Pada proses perbanyakan tanaman kita bisa menggolongkan menjadi dua golongan besar, yaitu perbanyakan secara vegetatif dan generatif. Tujuannya adalah untuk memperbanyak jenis tanaman atau mempertahankan kelestarian tanaman.
Perbanyakan yang dilakukan secara  generatif sudah sangat umum dijumpai, bahan yang digunakan antara lain adalah biji. Adapun biji-biji ini biasanya sengaja disemaikan untuk dijadikan tanaman baru, Tetapi bisa pula tanpa disengaja biji-biji yang dibuang begitu saja dan oleh alam tumbuh untuk menjadi tanaman baru. Tentu saja tanaman baru yang awalnya tidak sengaja  dibuangan ini bisa dijadikan bibit untuk tanaman baru,  apabila diketahui segala sifat-sifat kelebihannya,Ini supaya menghindari agar tidak kecewa setelah tanaman berbuah.
pada semester 1(satu) ini kerja/praktek  lapangan pada program studi Manajemen Produksi Pertanian mempelajari tentang perbanyakan tanaman secara generatif. Yang mana ini di ujikan  pada biji cabai, biji jeruk, bawang merah, biji semangka, biji alpokat dan biji tomat.

1.2    Tujuan

Adapun tujuan pada  pembuatan laporan dari Kerja Lapangan  kuliah Dasar Dasar Agronomi ini adalah:
1.        Untuk mengetahui bagaimana cara perbanyakan tanaman secara generative.
2.        Memperlakukan benih sebagai bahan perbanyakan tanaman dengan sebaik-baiknya.
3.        Memberlakukan cara-cara penyiapan biji secara generative
4.        Melakukan analisa/pengamatan pada kecambah  biji generative.
5.        Menuntut mahasiswa untuk bisa melakukan setiap langkah/tahap yang ada pada modul sesuai dengan prosedur kerja dan kaidah yang benar dan tepat, sehingga semua pekerjaan dapat dilakukan dengan nyaman aman benar dan tepat, sehingga diperoleh hasil sesuai standar.




II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Teori
Benih merupakan bagian dari tanaman yang biasa digunakan untuk memperbanyak atau mengkembangbiakkan tanaman itu sendiri.  Benih yang baik bisa diperoleh dari biji yang baik pula, biji merupakan hasil dari penyerbukan suatu tanaman yang berupa makhluk hidup yang melakukan pernapasan (respirasi) dan mengeluarkan energi berupa panas.
 Agar tanaman  tersebut tidak punah, maka kita dapat mengantisipasinya dengan melakukan perbanyakan tanaman baik secara generative maupun vegetatif.
 
Tujuan dari perbanyakan tanaman ini adalah untuk memperbanyak jenis tanaman  atau mempertahankan kelestarian tanaman. Perbanyakan tanaman dapat juga dilakukan dengan pembiakan generative (kawin), dan vegetative (tak kawin). Perbanyakan secara generative ialah sebagai hasil dari perkawinan antar dua individu atau sebagian dari individu yang terpisah, sehingga turunan yang dihasilkan oleh pebanyakan tersebut sifatnya menyimpang dari kedua induknya. Perbanyakan secara generative ini pada umumnya dapat dilakukan dengan spora atau biji.
Perbanyakan secara generative dapat memberikan beberapa keuntungan dan kerugian. Adapun keuntungan / kebaikan dari perbanyakan secara generative antara lain :
§  Paling mudah dan gampang untuk di aplikasikan.
§  Biasanya lebih sehat, produksinya lebih banyak dan daya hidup lebih lama.
§  Memungkinkan untuk adanya perbaikan lewat persilangan.
§  Benih lebih gampang disimpan dan dikirim.
§  Tanaman memiliki sistim akar tunggang yang dalam sehingga tahan dan tanggap terhadap kekeringan.

Perbanyakan tanaman secara kawin pada umumnya jarang serupa dengan pohon induknya, hanya ada sedikit tanamn yang homozigot. Selain itu turunan generative pertumbuhnya lambat sehingga lambat pula berbuah. Dalam hal ini kita bisa juga mempertimbangkan perbanyakan secara generatife yaitu apabila :
a.       Menghendaki tanaman yang kuat dan panjang umurnya, misalnya semangka yang berasal dari biji masih dapat berbuah pada umur 30-40  tahun.
b.      Tanaman itu termasuk dalam homozigot yakni turunannya sama dengan induknya.
c.       Tanaman itu termasuk dalam  apogami yaitu bunganya hanya terdiri dari bakal buah dan kelopak bunga yang tidak bertepung sari tetapi dapat menurunkan turunan fertile.
d.     Tanaman itu termasuk dalam poliembrional yaitu sebuah bijinya mengandung lebih dari satu lembaga (embrio) sering dua atau tiga atau kadang-kadang lebih, misalnya jeruk manga dan jambu bol.











III. METODE PELAKSANAAN
3.1 Organisasi
1.    Mahasiswa dibagi dalam kelompok dengan masing-masing kelompok sebanyak 5 orang.
2.    Masing-Masing kelompok mendapatkan bahan dan alat sesuai dengan kebutuhan dalam melakukan perbanyakan.
3.    Masing-masing kelompok bekerja secara aktif dalam melakukan penyimpanan biji dari masing-masing objek yang telah diberikan.
Dalam melakukan perbanyakan tanaman secara generative ini kami mempersiapkan biji ini dilaboratorium.
3.2 Bahan dan alat
a. Alat
v  Ember plastik
v   Baskom plastik kecil
v   Seed bed
v   Saringan besar
v   Pisau
    b. Bahan
v  Tomat
v   Cabai
v   Semangka
v   Jeruk
v  Bawang merah





3.3 Pelaksanaan Praktikum 
a. Tahap 1 ( penyiapan biji )
ü  Siapkan alat bahan yang diperlukan.
ü  Seleksi masing-masing komoditi, apakah komoditi terseut sudah layak untuk digunakan sebagai bahan untuk benih atau tidak.
ü  Lakukan pengambilan benih untuk masing-masing komoditi sebagai berikut:

1)      Tomat
Ø  Seleksi buah tomat yang sehat, tidak terserang hama dan penyakit
Ø  Belah buah tomat secara hati-hati dari bagian ujung ke pangkal buah
Ø  Kelupaskan daging buah sehingga bagian biji terlihat dari luar
Ø  Lepaskan biji dari plasenta dan masukkan dalam baskom kecil
Ø  Remas-remas dengan tangan supaya lendir terpisah dari biji, kemudian masukkan kedalam saringan dan cuci dengan air sampai bersih serta tidak ada lagi bagian lendir yang tersisa.  Biji yang sudah bersih dimasukkan kedalam seed bed
Ø  Kemas benih dalam kemasan plastik atau aluminium foil

2)        Cabai
 
*      Seleksi buah cabai yang akan diolah, yang bebas dari serangan hama dan penyakit, bentuk lurus, dan ukuran besar-besar
*      Potong bagian pangkal dan ujung buah 1/3 bagian dan yang akan diambil benihnya adalah 2/3 bagian tengah
*      Belah buah dengan pisau secara hati-hati dan jangan sampai mengenai benih
*      Pisahkan biji dari plasenta sehingga bebas dari plasenta dan daging buah
*      Masukkan biji kedalam baskom kecil dan cuci dengan air sampai bersih
*      Kemas benih dalam kemasan plastik atau aluminium foil

3)       Semangka
·         Potong buah pada bagian ujung dan pangkal
·         Pisahkan buah dari daging buah secara hati-hati, kemudian dicuci dengan air bersih
·         Pisahkan biji yang kisut, yang berwarna coklat atau putih, dan yang tidak normal bentuknya
·         Kemas benih dalam kemasan plastik atau aluminium foil

4)        Jeruk
Ø  Potong jeruk secara melintang tepat di bagian tengah buah
Ø  Remas atau tekan potongan buah dengan kuat supaya biji keluar atau terlepas dari plasenta
Ø  Cuci biji jeruk yang diperoleh dengan air sampai bersih, pisahkan biji yang kisut,yang ukuran kecil, terluka dan yang tidak normal bentuknya
Ø  Pindahkan biji ke dalam seed bed yang bersih
Ø  Kering anginkan biji dalam ruang terbuka (temperatur kamar)sampai kadar air benih mencapai 14%
Ø  Kemas benih dalam kemasan plastik atau aluminium foil 

5)      Bawang merah
v  Bersihkan bawang merah dari kotoran (tanah yang masih menempel) dan daun-daun yang sudah kering dan menguning
v  Ikat bawang merah pada bagian daun yang masih tersisa dengan kuat
v  Gantungkan bawang merah yang sudah diikat pada para-para tau tali yang direntangkan pada ruangan yang sirkulasi udaranya lancar
v  Lakukan penyimpanan pada para-para tersebut selama 2-3 bulan
    
         b.  Tahap 2 (Persemaian dalam Seed bed)
            1)  Media Semai
Ø  Tanah
Ø  Pupuk kandang
Perbandingan 1:1

2)      Cara Kerja
Ø  Aduk tanah, pupuk kandang
(perbandingan 1:1 hingga rata)
Ø  Masukkan 1/3 ke dalam seed bed
Ø  Basahi tanah tersebut dengan air
Ø  Tanam biji yang ingin ditanam
c.  Tahap 3 Penanam di Polybag
            1)  Media Tanam
Ø  Tanah
Ø  Pupuk kandang
2)  Cara Tanam
Ø  Aduk tanah dan pupuk kandang
Ø  Masukkan ke dalam polybag dan
Ø  Tanamlah bibit yang ingin ditanam
Ø  Basahi dengan air sedikit, dan letakkan di naungan
Persemaian yaitu tempat atau lahan menyemai atau bahan perbanyakan vegetatif untuk mendapatkan bibit, dimana tanaman-tanaman muda itu dipelihara sampai pada saat pemindahan ketempat penanaman.  Tanaman yang disemaikan antara lain; padi sawah, buah-buahan, sayur-sayuran.  Persemaian padi, yaitu persemaian basah, persemaian kering, persemaian terapung. Persemaian buah-buahan, yaitu penebaran benih,  pemindahan kedalam pot pemeliharaan, pemindahan ke dalam pot bibit. Persemaian sayuran, yaitu pendederan benih, pembumbungan, penanaman ke lapangan.
Keuntungan persemaian, yaitu:
a). Dapat menghemat biaya pemeliharaan.
b). Dapat dilakukan seleksi pada bibit yang akan digunakan.
c). Tidak bergantung pada musim tanam
d). Dapat memilih bahan yang subur
Kelemahan persemaian, yaitu:
a). Memerlukan keahlian atau keterampilan dalam mengerjakannya.
b). Menambah biaya produksi.
c). Pemindahan bibit dari persemaian kelapangan bisa mengakibatkan stagnasi pertumbuhan.
Perlakuan benih sebelum disemai:
a).Perendaman dengan air.
b).Perlakuan dengan air panas atau uap panas.
c).Perlakuan dengan zat kimia.
d).Perlakuan secara mekanis.
Pemilihan lokasi persemaian:
a).Dekat dengan lahan penanaman.
b).Lahannya subur.
c).Dekat dengan sumber air/mata air
d).Mudah diamati dan di analisa.
e).Jauh dari gangguan hama dan hewan pengganggu.



d.  Tahap 4 (Pembubungan).
Pembubungan merupakan pemindahan bibit ke polibet kecil.  Media yang digunakan yaitu tanah dan pupuk kandang dimana perbandingannya yaitu 1:2. Pembubungan dilakukan pada cabai, tomat dan semangka. Harus diamati  berapa jumlah kecambah yang tumbuh. Dan untuk menghitung daya kecambah maka dapat dirumuskan sebagai berikut:
 x 100%

e.  Tahap 5 ( Pengamatan )
Pengamatan ini dapat dilakukan dengan cara mengamati apakah tanaman tersebut telah tumbuh atau tidak. Saat tanaman berumur 2 minggu, tanaman bisa dipindahkan ke polybag. Keudian pada minggu 3-4 tanaman pada polybag mulai tumbuh 3-4 helai daun.  lalu amati tanaman dengan cara menghitung berapa banyak jumlah tanaman yang tumbuh dan buat perbandingannya dengan menggunakan rumus di atas.



















IV.HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.  Hasil Pengamatan Biji Generatife
Biji
Generatif

Jumlah
Biji Awal
Jumlah
Tumbuh
Persentase
Tomat
50 buah


Cabai
50 buah


Semangka
50 buah


Jeruk
8 buah




4.2. Pembahasan
Perbanyakan yang dilakukan pada tanaman secara generatif diperoleh dari penggabungan sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina yang terjadi melalui proses penyerbukan dan pembuahan.  Perbanyakan tanaman secara generatif adalah penanaman dengan biji ada yang langsung ke lapangan dan ada yang tidak langsung ke lapangan.
Dari kegiatan yang dilakukan bahwa biji tomat , cabe, merupakn bibit yang unggul, karena hanya sedikit yang tidak tumbuh.  biji tomat , cabe , yang ditanam  masing-masingnya 50 cabe, 50 tomat semangka 50,  .dari yang ditanam cabe tumbuh 35, tomat 35,semangka45 sedangkan alpokat dan bawang merah tumbuh semuanya .  ini membuktikan bahwa bibit ini unggul.  Ciri-ciri bibit yang unggul:
a.       Daya hasil tinggi
b.      Umur pendek
c.       Respon terhadap pemupukan
d.      Tahan terhadap serangan hama dan penyakit
e.       Tahan terhadap perusak dari luar lainnya
f.       Mudah pemeliharaannya mutu hasilnya baik.
Sedangkan jeruk merupakan bibit yang tidak unggul  hanya karena jeruk yang paling sedikit tumbuhnya.
v  Daya Kecambah
1.Cabe
Yang tumbuh 50 buah
Daya kecambah           =  jumlah yang hidup x 100%
                                   Jumlah ditanam
                              = 50 x 100%
                                       50
                              =  100%
2. Bawang merah
Yang tumbuh 9 buah
Daya kecambah           =  jumlah yang hidup x 100%
                                   Jumlah ditanam
                              =  9 x 100%
                                      9
                              =  100%
3. Tomat
Yang tumbuh 31 buah
Daya kecambah           =  jumlah yang hidup x 100%
                                         Jumlah ditanam
                              =  31  x 100%
                                       50
                              =  62 %


4. Semangka
Yang tumbuh 1 buah
Daya kecambah           =  jumlah yang hidup x 100%
                                   Jumlah ditanam
                              =  1 x 100%
                                  50
                                    =  2%
5. Jeruk
Yang tumbuh 4 buah
Daya kecambah           =  jumlah yang hidup x 100%
                                         Jumlah ditanam
                              =  4 x 100%
                                       10
                                        =  40%












V. PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
Perbanyakan tanaman secara generatif diperoleh dengan cara penggabungan sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina yang terjadi melalui proses penyerbukan dan pembuahan.
Kiat-kiat yang harus kita lakukan supaya mendapatkan hasil yang baik dari perbanyakan tanaman secara generatif diantaranya yaitu: mempersiapkan bibit yang unggul, memperhatikan waktu dan cara kerjanya, serta melakukan perawatan secara intensif.

5.2 SARAN
            Setelah melakukan percobaan praktek perbanyakan tanaman secara generatif di atas,penulis menyarankan agar dilakukan  pemilihan biji, tempat, cara, dan perawatan yang baik supaya kita memperoleh  hasil yang baik dan memuaskan.  Pemindahan tanaman ke polybag sebaiknya dilakukan pada sore hari saat cuaca sedang mendung,  hal itu lakukan agar tanaman tidak layu  karena, tanaman muda itu sangat rentan. Dan pemberian air terhadap tanaman sebaiknya ilakukan secara rutin dan terstruktur agar dapat menghasilkan tanaman yang bagus serta berkualitas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar