LAPORAN LABORATORIUM
TEKNOLOGI
PRODUKSI TANAMAN PANGAN 1
(TPTP1)
TENTANG JAGUNG
(Zea mays
L.) & PADI (Oryza
sativa)
Oleh:
TRI NOVELA
15251421016
DOSEN PEMBIMBING :
Ir.Yulensri. M.Si
Nofrianil SP.M.Si
Fedri Ibnusina SP.MP

PROGRAM STUDI MANAJEMEN
PRODUKSI PERTANIAN
JURUSAN BUDIDAYA TANAMAN
PANGAN
POLITEKNIK PERTANIAN
NEGERI PAYAKUMBUH
2016
BAB
I PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang
Semua bentuk pemanfaatan sumberdaya
alam dan manusia dalam pemanfaatanya untuk budidaya tanaman guna mendapat
hasil yanng sebanyak-banyaknya secara berkelajutan. Pola tanam atau (cropping
patten) merupakan suatu urutan pertanaman pada sebidang tanah selama satu
periode. Lahan yang dimaksud,yaitu bisa berupa lahan yang kosong atau lahan
yang sudah terdapat tanaman yang mampu dilakukan untuk membudidayakan suatu
tanaman.
Banyak usaha yang dilakukan untuk
melaksanakan penanaman pada sebidang lahan dengan mengatur susunan tata letak
dari tanaman dan tata urutan tanaman selama periode waktu tertentu, termasuk
masa pengolahan tanah dan masa tidak ditanami selama periode tertentu.
Produktivitas merupakan suatu hal
yang sangat berpengaruh dalam usaha pertanian, dimana pada masa sekarang ini
semakin ditantang untuk mengimbangi tuntutan sosial ekonomi masyarakat suatu
bangsa. Meningkatan jumlah penduduk menyebabkan permintaan akan kebutuhan
hasil-hasil pertanian baik jenis, jumlah maupun kualitasnya.
Disisi lain lahan untuk pertanian
semakin terbatas karena alih fungsi lahan menjadi tempat pemukiman, industri,
sarana jalan serta sarana fisik lainnya, Untuk itu, bagaimana merancang suatu
model penanaman, agar lahan yang semakin terbatas itu dapat menghasilkan
produksi yang tinggi secara berkelanjutan.
Jagung sebagai tanaman pangan,
menduduki urutan kedua setelah padi. Disamping itu juga mempunyai peranan
yang tidak kalah pentingnya dengan padi, karena jagung merupakan salah satu
jenis bahan makanan yang banyak mengandung karbohidrat sehingga dapat dijadikan
sebagai pengganti beras. Di Indonesia sangat mendukung dikembangkannya komoditi
jagung, Sebab jagung memiliki potensi yang cukup baik untuk dibudidayakan dan
mudah diusahakan. Konsumsi jagung di Indonesia terus meningkat, karena itu
peluang pemasaran jagung masih terbuka lebar (Arif Ardiawan, 2008).Selain
komoditi jagung sebagai bahan makanan, masih dibutuhkan komoditi lain
seperti kacang hijau.
Tanaman jagung (Zea Mays L.) merupakan salah satu jenis
tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. Tanaman ini merupakan
salah satu tanaman pangan yang penting, selain gandum dan padi. Tanaman jagung
berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika, melalui kegiatan bisnis
orang Eropa ke Amerika. Pada abad ke-16 orang portugal menyerbarluaskannya ke
Asia termasuk Indonesia. Jagung oleh orang Belanda dinamakan main dan oleh orang Inggris (Ki-Jin, 2000).
Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting
dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi
juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama,
yang biasa disebut sebagai padi liar. Padi diduga berasal dari India atau
Indocina dan masuk ke Indonesia dibawa oleh nenek moyang yang migrasi dari
daratan Asia sekitar 1500 SM. Ciri-ciri umum padi padi termasuk dalam suku
padi-padian atau poaceae (graminae atau
glumiflorae). Terna semusim,berakar serabut,batang sangat pendek,struktur
serupa batang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang daun
sempurna dengan pelepah tegak,daun berbentuk lanset,warna hijau muda hingga
hijau tua,berurat daun sejajar,tertutupi oleh rambut yang pendek dan jarang,bagian
bunga tersusun majemuk,tipe malai bercabang,satuan bunga disebut floret yang terletak pada satu spikelet
yang duduk pada panikula,tipe buah bulir atau kariopsis yang tidak dapat
dibedakan mana buah dan bijinya,bentuk hampir bulat hingga lonjong,ukuran 3mm
hingga 15mm,tertutup oleh palea dan lemma yang dalam bahasa sehari-hari disebut
sekam,struktur dominan padi yang biasa dikonsuksi yaitu jenis enduspermium. Dari segi reproduksi,padi
merupakan tanaman berpenyerbukan sendiri,karena 95% atau lebih serbuk sari
membuahi sel telur tanaman yang sama. Setelah pembuahan terjadi,zigot dan inti
polar yang telah dibuahi segera membelah diri.Zigot berkembang membentuk embrio
dan inti polar menjadi endosperm.Pada akhir perkembangan,sebagian besar bulir
padi mengadung pati dibagian endosperm.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Morfologi
a. Morfologi Tanaman Padi
Bagian-bagian
tanaman dalam garis besarnya dalam dua bagian besar, yaitu:
1.Bagian vegertatif, yang meliputi : akar, batang, dan daun.
1.Bagian vegertatif, yang meliputi : akar, batang, dan daun.
2.Bagian generatif, yang meliputi : malai yang terdiri
dari bulir-bulir daun bunga.
Adapun bagian Vegetatif
terdiri dari :
1.
Akar
Kira-kira 5-6
hari setelah berkecambah, dari batang yang masih pendek itu keluar akar-akar
serabut yang pertama dan dari sejak ini perkembangan akar-akar serabut tumbuh
teratur. Pada saat permulaan batang mulai bertunas (kira-kira umur 15 hari),
akar serabut berkembang dengan pesat.
Dengan semakin
banyaknya akar-akar serabut ini maka akar tunggang yang berasal dari akar
kecambah tidak kelihatan lagi. Letak susunan akar tidak dalam, kira-kira pada
kedalaman 20-30 cm. karena itu akar banyak mengambil zat-zat makanan dari
bagian tanah yang di atas. Akar tunggang dan akar serabut mempunyai bagian akar
lagi yang disebut akar samping yang keluar dari akar serabtu disebut akar
rambut dan yang keluar dari akar tunggang, bentuk dan panjangnya sama dengan
akar serabut.
2.
Batang
Batang padi
tersusun dari rangkaian ruas-ruas dan antara ruas yang satu dengan yang
lainnyadipisah oleh sesuatu buku. Ruas batang padi di dalamnya beringga dan
bentuknya bulat. Dari atas ke bawah, ruas batang itu makin pendek. Ruas-ruas
yang terpendek terdapat di bagian bawah dari batang dan ruas-ruas ini praktis
tidak dapat dibedakan sebagai ruas-ruas yang berdiri sendiri.
Tinggi tanaman
diukur dari permukaan tanah sampai ujung daun tertinggi bila malai belum
keluar, dan sesudah malai keluar tingginya diukur dari permukaan tanah sampai
ujung malai tertinggi. Tinggi tanaman adalah suatu sifat baku (keturunan).
Adanya perbedaan tinggi dari suatu varietas disebabkan oleh suatu pengaruh
keadaan lingkungan. Bila syarat-syarat tumbuh baik, maka tinggi tanaman padi
sawah bisaanya 80-120 cm.
Pada tiap-tiap
buku, duduk sehelai daun. Di dalam ketiak daun terdapat kuncup yang tumbuh
menjadi batang. Pada buku-buku yang terletak paling bawah mata-mata ketiak yang
terdapat antara ruas batang-batang dan upih daun, tumbuh menjadi batang-batang
sekunder yang serupa dengan batang primer. Batang-batang sekunder ini pada
gilirannya nanti menghasilkan batang-batang tersier dan seterusnya. Peristiwa
ini disebut pertunasan atau menganak.
3.
Daun
Daun terdiri
dari : helai daun yang berbentuk memanjang seperti pita dan pelepah daun yang
menyelubungi batang. Pada perbatasan antara helai duan dan upih terdapat lidah daun.
Panjang dan lebar dari helai daun tergantung kepada varietas padi yang ditanam
dan letaknya pada batang. Daun ketiga dari atas bisaanya merupakan daun
terpanjang. Daun bendera mempunyai panjang daun terpendek dan dengan lebar daun
yang terbesar.
Banyak daun dan
besar sudut yang dibentuk antara daun bendera dengan malai, tergantung kepada
varietas-varietas padi yang ditanam. Besar sudut yang dibentuk dapat kurang
dari 900 atau lebih dari 900 .
Adapun bagian
generatif terdiri dari :
1.
Malai
Suatu malai terdiri
dari sekumpulan bunga-bunga padi (spikelet) yang timbul dari buku paling atas.
Ruas buku terakhir dari batang merupakan sumbu utama dari malai, sedangkan
butir-butir nya terdapat pada cabang-cabang pertama maupun cabang-cabang kedua.
Pada waktu berbunga,
malai berdiri tegak kemudian terkulai bila butir telah terisi dan menjadi buah.
Panjang malai
diukur dari buku terakhir sampai butir di ujung malai. Panjang malai ditentukan
oleh sifat baka (keturunan) dari varietas dan keadaan keliling. Panjang malai
beraneka ragam, pendek (20 cm), sedang (20-30 cm) dan panjang (lebih dari 30
cm).Kepadatan malai adalah perbandingan antara banyaknya bunga per malai dengan
panjang malai.
Misalnya : 300
bunga/malai = 15 bunga/malai per cm.
Panjang malai suatu
varietas demikian pula banyaknya cabang cabang tiap malai dan jumlah butir
tiap-tiap cabang, tergantung kepada varietas padi yang ditanam dan cara
bercocok tanam. Banyak cabang tiap-tiap malai berkisar dari 7-30 buah.
2.
Bunga
padi
Bunga padi
adalah bunga telanjang artinya mempunyai perhiasan bunga. Berkelamin dua jenis
dengan bakal buah yang di atas. Jumlah benang sari ada 6 buah, tangkai sarinya
pendek dan tipis, kepala sari besar serta mempunyai kandung serbuk. Putik
mempunyai dua tangkai putik, dengan dua buah kepala putik yang berbentuk malai
denganwarna pada umumnya putih atau ungu.
Malai padi terdiri dari bagian-bagian : tangkai bunga, dua sekam kelopak (terletak pada dasar tangkai bunga) dan beberapa bunga. Masing-msing bunga mempunyai dua sekam mahkota, yang terbawah disebut lemma sedang lainnya disebut palea: dua lodicula yang terletak pada dasar bunga, yang sebenarnay adalah dua daun mahkota yang sudah berubah bentuknya. Lodicula memegang peranan penting dalam pembukaan palea pada waktu berbunga karena ia menghisap air dari bakal buah sehingga mengembang dan oleh pengembangan ini palea dipaksakan membuka.
Pada waktu padi hendak berbunga, lodicula menjadi mengembang karena ia menghisap air dari bakal buah. Pengembangan ini mendorong lemma dan palea terpisah dan terbuka. Hal ini memungkinkan benang sari yang sedang memanjang, keluar dari bagian atas atau dari samping bunga yang terbuka tadi.
Terbukanya bunga diikuti dengan pecahnya kandung serbuk, yang kemudian menumpahkan tepungsarinya. Sesudah tepung sari ditumpahkan dari kandung serbuk maka lemma dan palea menutup kembali. Dengan berpindahnya tepung sari ke kepala putik maka selesailah sudah proses penyerbukan. Kemudian terjadilah pembuahan yang menghasilkan lembaga dan endosperm. Endosperm adalah penting sebagai sumber makanan cadangan bagi tanaman yang baru tumbuh.
3. Buah padi
Malai padi terdiri dari bagian-bagian : tangkai bunga, dua sekam kelopak (terletak pada dasar tangkai bunga) dan beberapa bunga. Masing-msing bunga mempunyai dua sekam mahkota, yang terbawah disebut lemma sedang lainnya disebut palea: dua lodicula yang terletak pada dasar bunga, yang sebenarnay adalah dua daun mahkota yang sudah berubah bentuknya. Lodicula memegang peranan penting dalam pembukaan palea pada waktu berbunga karena ia menghisap air dari bakal buah sehingga mengembang dan oleh pengembangan ini palea dipaksakan membuka.
Pada waktu padi hendak berbunga, lodicula menjadi mengembang karena ia menghisap air dari bakal buah. Pengembangan ini mendorong lemma dan palea terpisah dan terbuka. Hal ini memungkinkan benang sari yang sedang memanjang, keluar dari bagian atas atau dari samping bunga yang terbuka tadi.
Terbukanya bunga diikuti dengan pecahnya kandung serbuk, yang kemudian menumpahkan tepungsarinya. Sesudah tepung sari ditumpahkan dari kandung serbuk maka lemma dan palea menutup kembali. Dengan berpindahnya tepung sari ke kepala putik maka selesailah sudah proses penyerbukan. Kemudian terjadilah pembuahan yang menghasilkan lembaga dan endosperm. Endosperm adalah penting sebagai sumber makanan cadangan bagi tanaman yang baru tumbuh.
3. Buah padi
Yang sehari-hari
kita sebut biji padi atau butir/gabah, sebenarnya bukan biji melainkan buah
padi yang tertutup oleh lemma dan palea. Buah ini terjadi setelah selesai
penyerbukan dan pembuahan. Lemma dan palea serta bagian-bagian lain membentuk
sekam (kulit gabah).
Dinding bakal
buah terdiri dari tiga bagian: bagian paling luar disebut epicarpium, bagian
tengah disebut mesocarpium dan bagian dalam disebut endocarpium.
Biji sebagian besar
ditempati oleh endosperm yang mengandung zat tepung dan sebagian ditempati oleh
embryo (lembaga) yang terletak dibagian sentral yakni dibagian lemma
Pada lembaga
terdapat daun lembaga dan akar lembaga. Endosperm umumnya terdiri dari zat
tepung yang diliputi oleh selaput protein. Endosperm juga mengandung zat gula,
lemak, serta zat-zat anorganik (Badan
Pengendali BIMAS, 1973).
b.
Morfologi Tanaman Jagung
1.Akar
Jagung mempunyai akar serabut dengan
tiga macam akar, yaitu akar seminal,akar adventif, dan akar kait atau
penyangga. Akar seminal adalah akar yang berkembang dari radikula dan embrio.
Pertumbuhan akar seminal akan melambat setelah plumula muncul ke permukaan
tanah dan pertumbuhan akar seminal akan berhenti pada fase V3. Akar adventif
adalah akar yang semula berkembang dari buku di ujung mesokotil, kemudian set
akar adventif berkembang dari tiap buku secara berurutan dan terus ke atas
antara 7-10 buku, semuanya di bawah permukaan tanah. Akar adventif berkembang
menjadi serabut akar tebal. Akar seminal hanya sedikit berperan dalam siklus
hidup jagung. Akar adventif berperan dalam pengambilan air dan hara. Bobot
total akar jagung terdiri atas 52% akar adventif seminal dan 48% akar nodal.
Akar kait atau penyangga adalah akar adventif yang muncul pada dua atau tiga
buku di atas permukaan tanah. Fungsi dari akar penyangga adalah menjaga tanaman
agar tetap tegak dan mengatasi rebah batang. Akar ini juga membantu penyerapan
hara dan air.
2. Batang jagung .
Tanaman jagung mempunyai batang yang
tidak bercabang, berbentuk silindris, dan terdiri atas sejumlah ruas dan buku
ruas. Pada buku ruas terdapat tunas yang berkembang menjadi tongkol. Dua tunas
teratas berkembang menjadi tongkol yang produktif. Batang memiliki tiga
komponen jaringan utama, yaitu kulit (epidermis), jaringan pembuluh (bundles
vaskuler), dan pusat batang (pith). Bundles vaskuler tertata dalam lingkaran
konsentris dengan kepadatan bundles yang tinggi, dan lingkaran-lingkaran menuju
perikarp dekat epidermis. Kepadatan bundles berkurang begitu mendekati pusat
batang. Konsentrasi bundles vaskuler yang tinggi di bawah epidermis menyebabkan
batang tahan rebah. Genotipe jagung yang mempunyai batang kuat memiliki lebih
banyak lapisan jaringan sklerenkim berdinding tebal di bawah epidermis batang
dan sekeliling bundles vaskuler (Paliwal 2000). Terdapat variasi ketebalan
kulit antargenotipe yang dapat digunakan untuk seleksi toleransi tanaman
terhadap rebah batang.
Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana
sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang
batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang
beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung
cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.
3.Daun
Daun jagung adalah daun sempurna.
Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun
terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun.
Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stomata pada daun jagung
berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stomata
dikelilingi sel-sel
epidermis berbentuk kipas.
4. Bunga.
Jagung memiliki bunga jantandan
bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap
kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut
floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma).
Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence).
Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam
tongkol.
5. Tongkol.
Tongkol tumbuh dari buku, di antara
batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan
satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Buah Jagung
siap panen Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol
produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung
siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya
(protandri).
tanaman jagung mempunyai satu atau dua tongkol,
tergantung varietas. Tongkol jagung diselimuti oleh daun kelobot. Tongkol
jagung yang terletak pada bagian atas umumnya lebih dahulu terbentuk dan lebih
besar dibanding yang terletak pada bagian bawah. Setiap tongkol terdiri atas
10-16 baris biji yang jumlahnya selalu genap.
2.1
Komponen hasil
Komponen hasil merupakan bagian
dari hasil akhir suatu tanaman. Komoditi yang memiliki komponen hasil adalah
tanaman biji-bijian seperti serealia dan kacang-kacangan. Tujuan penghitingan
komponen hasil adalah untuk memudahkan penghitungan hasil akhir melalui
bagian-bagiannya. Komponen yang langsung mempengaruhi/mendukung hasil tanaman
jagung adalah sbb:
·
Jumlah tanaman/ satuan luas
·
Jumlah tongkol/ tanaman
·
Jumlah biji/ tongkol
·
Berat 1000 biji
Sebelum
dilakukan pengukuran berat 1000 biji, biji yang sudah dikupas terlebih dahulu
dikeringkan samapi kadar air biji 12-13% . kadar air adalah sejumlah air yang
terkandung dalam biji. Sebagai dasar perhitungan adalah berat basajh dan berat
kering mutlak yaitu berat biji tanpa air. Atas dasar yang dua ini dapat ditentukan
berat sejumlah biji pada kadar air yang telah ditentukan (rata-rata untuk biji
12%). Jika hanya untuk memperoleh data akhir berat biji dengan kadar air
tertentu tanpa pengeringan. Maka cukup hanya memiliki dua alat ukur yaitu
timbangan dan alat pengukur kadar air elektrik. Sedangkan untuk skala besar,
biji harus dikeringkan pada lantai jemur atau bak pengering dalam beberapa hari
atau beberapa jam hingga mencapai kadar air yang diinginkan.
Dengan
adanya komponen hasil akan diperoleh
hasil akhir dengan membuatkan rumus dari komponen-komponen ini. Kelemahan
penghitungan hasil menggunakan komponen hasil adalah adanya bias/penyimpangan
hasil dari keadaan sebenarnya. Penyimpangan akan lebih besar jika rumus
digunakan untuk populasi yang lebih besar, biasanya dibatasi pada ukuran
demplot atau plot percobaan kurang lebih 6 hingga 12 m2 .
penghitungan hasil berdasrkan komponen hasil dapat dilakukan dengan menggunakan
rumus sebagai berikut:
Produksi / ha = 10.000/ jarak tanam
x jumlah polong/tanaman x jumlah biji/polong x bobot 1.000 biji / 1.000
2.2
Rendeman Hasil
Hasil
tanaman merupakan fungsi dari pertanaman dan jumlah tanaman persatuan luas.
Jumlah tanaman yang dapat ditanam persatuan luas tergantung dari faktor
lingkungan. Bila faktor lingkungan ada yang merupakan pembatas untuk
pertumbuhan sebaiknya populasi tanaman rendah tetapi bila tidak ada pemabtas
populasi opyimim dapat lebih tinggi. Sebagi contoh untuk tanaman jagung apabila
air cukup peningkatan populasi 30.000 – 70.000 tanaman perhektar dapat
meningkatkan hasil jagung, tetapi bila air tidak cukup hasil jagung tertinggi
dicapai pada populasi 60.000 tanaman perhektar dan pada populasi 75.000
tanamana perhektar hasi jagung akan menurun. Jagung yang berumur lebih dari 90
hari dapat ditanam antara 40.000 – 60.000 tanaman perhektar, sedangkan yang
kurang dari umur 90 hari populasi dapat 60.000 – 75.000 tanaman perhektar.
Indeks
luas daun meningkat sejalan dengan bertambahnya populasi tanaman dan
selanjutnya populasi jagung naik secara linear dengan kenaikan indeks luas daun
dan hasil maksimum dicapai pada indeks luas daun sama dengan 4,2 (Herper, et,
al, 1980). Namun Daynard et al (1971) dalam stoskopf, (1981) disamping
menyatakan bahwa peningkatan hasil sejalan dengan bertambahnya populasi dan
indeks luas daun, juga sebaliknya bahwa pada pupulasi tinggi dengan indeks luas
daun yang besar hasil jagung menurun. Biasanya jagung hibrida indeks luas daun
maksimum berkisar antara 3.3-4.0. kenaikan populasi dapat meningkatkan hasil
walaupun berbeda sedikit bila jarak antara barisan dipersempit. Semakin tinggi
populasi tanamansemakin tinggi indeks luas daun dan penetrasi radiasi matahari
pada ketinggian tongkol berkurang. Indeks luas daun mempunyai kolerasi negatif
dengan bobot biji, semakin tinggi indeks luas daun semakin rendah bobot biji.
Dengan demikian semakin tinggi populasi tanaman semakin rendah bobot biji
karena tongkol dan biji yang kecil. Bobot biji yang kecil dipengaruhi oleh
populasi tanaman dan jarak barisan. Bobot biji menurun dengan meningkatnya
populasi, tetapi hasil meningkat dengan semakin lebarnya jarak tanam. Untuk
menghitung rendemen hasil dapat menggunakan rumus:
Rendemen(%) =
x 100 %
2.3
Grafik
Pertumbuhan
Sejak perkecambahan samapi panen,
tanaman padi memerlukan waktu 3 – 6 bulan, yang keseluruhannya terdiri atas
tiga fase pertumbuhan yaitu: vegetatif, generatif, dan pemasakan. Fase
vegetatif meliputi pertubiuhan tanaman mulai dari stadia perkecambahan samapi
dengan stadia inisiasi malai. Fase generatif dimulai dari stadia inisiasi malai
samapi stadia berbunga (heading), dan fase pemasakn dimulai dari stadia
berbunga samapai panen.
Suatu varietas padi yang berumur
120 hari dan ditanam dadaerah tropik, maka fase vegetatif memerlukan waktu 60
hari, fase generatif selama 30 hari, dan fase pemaskan selam 30 hari.
Pertumbuhan menyangkut dimensi
waktu dan ukuran. Oleh sebab itu, pola pertumbuhan tanaman dapat digambarkan
dalam bentuk kurva. Perubahan ukuran organisme yang sedang tumbuh, orga,
jaringa, populasi sel, ataupun masing- masing sel adalah bentik sogmoid. Dalam
bentuk perumbuhan sigmoid terdapt tiga bagian yang memiliki ciri-ciri tersendiri
yakni sebagai berikut :
·
Fase pertumbuhan eksponensial, dimulai
dengan laju perumbuhan lambat dan pengumpulan momentum
·
Fase pertumbuhan linear, dimulai dengan
tedapatnya titik belok dari bentuk perumbuhan eksponensial
·
Fase pertumbuhan laju pertumbuhan sampai
terhentinya pertumbuhan tersebut bertahan pada ukuran yang telah tercapai. Pada
tanaman setahun keadaan ini diikuti dengan
senescence dan matinya sebagian atau seluruh tanaman, sedangkan tanaman
tahunan keadaan tersebut ditandai dengan dormansi
BAB III METODE
PELAKSANAAN
3.1 Waktu dan tempat
Kegiatan
praktikum ini dilakukan pada saat jadwal kuliah labor Teknologi Produksi
Tanaman Pangan (TPTP) di laboratorium
Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.
3.2 Alat dan bahan
·
Morfologi tanaman padi dan jagung
alat
yang digunakan adalah sebagi berikut:
§ Alat
tulis
§ Kertas
HVS
§ BKPM
bahan yang diperlukan
adalah sebagai berikut:
§ Tanaman
padi yang berumur 2 minggu, 4 minggu, 6 minggu, dan 8
minggu
§ Tanaman
jagung yang berumur 6 minggu(jagung biasa), berbuah/
dewasa(jagung biasa) dan jagung
hibrida
·
Komponen hasil padi dan jagung
alat yang
dipergunakan adalah sebagi berikut:
§ Alat
tulis
§ Kertas
HVS
§ BKPM
§ Timbangan
bahan
yang diperlukan adalah sebagai berikut:
§ Padi
yang sudah ada bulirnya
§ Jagung
yang sudah ada tongkolnya
·
Rendemen hasil padi dan jagung
alat
yang dipergunakan adalah sebagai berikut:
§ Alat
tulis
§ Kertas
HVS
§ BKPM
§ Timbangan
analitik
§ Cawan
bahan
yang dpergunakan adalah sebagi berikut:
§ Padi yang sudah ada bulirnya
§ Jagung
yang sudah ada tongkolnya
·
Grafik pertumbuhan
alat
yang dipergunakan adalah sebagai berikut:
§ Alat
tulis
§ Kertas
HVS
§ BKPM
§ Timbangan
analitik
§ Oven
§ Amplop
coklat
bahan
yang dpergunakan adalah sebagi berikut:
§ Padi
stadia masak bunting, masak kuning, masak bunga, masak susu dan masak panen
§ Jagung
stadia masak bunting, masak kuning, masak susu, dan masak
panen
3.3
Prosedur
kerja
·
Morfologi tanama padi dan jagung
a.
Ambil tanaman padi yang berumur 2,4,6,8
minggu dan tanaman jagung umur 6 minggu (jagung biasa), berbuah/dewasa(jagung
biasa) dan jagung hibrida
b.
Amati bagian dari tanama tersebut mulai
dari akar sampai bulir untuk padi dan tongkol untuk jagung
c.
Bandingkan bagian yang diamati menurut
fase pertumbuhan padi dan jagung
d.
Setelah itu gambarkan dan tulis di
kertas HVS
·
Komponen hasil padi dan jagung
a.
Hitung jumlah 1000 butir untuk padi dan
1000 biji untuk jagung
b.
Timbang bobot 1000 butir untuk padi dan
1000 biji untuk jagung
c.
Ukur kadar air masing-masing dari padi
dan jagung
d.
Setelah hasil tersebut didapatkan hitung
produksi perhektar untuk
tanaman
padidan jagung
e.
Kemudian tuliskan pada kertas HVS yang
telah disediakan
·
Rendemen hasil padi dan jagung
a.
Ambil padi yang sudah ada bulirnya dan
jagung yang sudah ada
bijinya
b.
Lakukan penimbangan berat kering dan
berat basah untuk tanaman
padi
dan jagung
c.
Bila hasil sudah didapatkan hitunglah rendemen
masing-masing
komoditi
padi dan jagung
d.
Tuliskanlah hasil tersebut pada kertas
HVS yang telah disediakan
·
Grafik pertumbuhan
a. Ambil
padi yang memasuki stadia mask bunting, masak kuning, masak bunga, masak susu
dan mask panen
b. Begitu
juga dengan jagung ambil jagung yang memasuki stadia masak bunting, masak kuning, masak susu, dan
masa panen
c. Cuci
dan bersihkan dari tanah yang menempel
d. Lakukan
penimbangan batang dan akar untuk padi pada semua stadia,
batang,akar dan bunga untuk jagung
pada semua stadia juga
e. Bila
hasil sudah didapatkan catat hasil tersebut di kertas yang telah
disediakan
f. Setelah
itu masuk kan batang,dan akar untuk padi kedalam amplop
coklat yang telah disediaka, begitu
juga dengan jagung masukkan batang,akar, dan bunga pada amplop coklat yang
telah disediakan
g. Masukkan
padi dan jagung yang telah dibungkusi dengan amplop coklat kedalam oven, untuk
menghitung berat keringnya,
h. Tunggu
selama 2 hari (1 x 48 jam), kemudian timbang kembali berat
kering dari padi dan
jagung tersebut.
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
4.1
Hasil
4.1.1
Morfologi jagung dan padi
|
Parameter
|
Jagung
|
Padi
|
|
Akar
|
Serabut
|
Serabut
|
|
Arah tumbuh batang
|
Tegak lurus
|
Mengangguk
|
|
Bentuk batang
|
Bulat (teres), beruas- ruas, berbuku-buku
|
Bulat (teres) beruas-ruas, berbuku –buku
|
|
Jenis batang
|
Mendong (calamus)
|
Rumput (calmus)
|
|
Bangun daun
|
Pita
|
Pita
|
|
Ujung daun
|
Meruncing (miacenatus)
|
Meruncing (meacenatus)
|
|
Pangkal daun
|
Berlekuk (emerginatus)
|
Runcing (acutus)
|
|
Susunan tulang daun
|
Daun sejajar
|
Daun sejajar
|
|
Tepi daun
|
Rata
|
Rata
|
|
Daging daun
|
Tipis seperti kertas
|
Tipis seperti kertas
|
|
Permukaan daun
|
Berbulu halus dan rapat
|
Berbulu kasar dan rapat
|
|
Jenis daun
|
Tunggal
|
Majemuk
|
4.1.2
Komponen Hasil Padi
|
Sampel
|
Populasi
|
Malai/ rumpun
|
Bulir/ malai
|
Bobot 1000
butir
|
||
|
BA
|
KA
|
Hasil
|
||||
|
1
|
200.000
|
20
|
63
|
22,5
|
29,3
|
19,06
|
|
2
|
200.000
|
15
|
76,7
|
23,40
|
27,5
|
20,24
|
4.1.3
Rendemen Hasil
·
Padi
|
Parameter
|
B1
|
B2
|
B3
|
B4
|
∑ hasil
|
|
Bobot awal
|
81,08 gr
|
71,192 gr
|
82,12 gr
|
68,78 gr
|
75,793 gr
|
|
Bobot kering
|
65,32 gr
|
49,69 gr
|
60,18 gr
|
51,02 gr
|
73, 53 gr
|
·
Jagung
|
Parameter
|
B1
|
B2
|
B3
|
B4
|
∑ hasil
|
|
Bobot awal
|
204,21 gr
|
154,42 gr
|
311,30 gr
|
375,67 gr
|
261,49 gr
|
|
Bobot kering
|
161,38 gr
|
147,94 gr
|
253,94 gr
|
299,31 gr
|
215,643 gr
|
4.1.4 Grafik
Pertumbuhan Padi dan Jagung
· Padi Stadia Masak Bunting
|
Parameter
|
Berat Basah
|
Berat Kering
|
|
Batang
|
gr
|
18,67 gr
|
|
Akar
|
gr
|
3,64 gr
|
· Padi Stadia Masak Kuning
|
Parameter
|
Berat basah
|
Berat kering
|
|
Batang
|
gr
|
26,91 gr
|
|
Akar
|
gr
|
9,95 gr
|
· Padi Stadia Masak Bunga
|
Parameter
|
Berat basah
|
Berat kering
|
|
Batang
|
gr
|
33,82 gr
|
|
Akar
|
gr
|
11,08 gr
|
· Padi Stadia Masak Susu
|
Parameter
|
Berat basah
|
Berat kering
|
|
Batang
|
gr
|
23,33 gr
|
|
Akar
|
gr
|
19,56 gr
|
· Padi Stadia Masak Panen
|
Parameter
|
Berat basah
|
Berat kering
|
|
Batang
|
gr
|
60,24 gr
|
|
Akar
|
gr
|
8,24 gr
|
· Jagung Stadia Masak Bunting
|
Parameter
|
Berat basah
|
Berat kering
|
|
Batang
|
gr
|
17,29 gr
|
|
Akar
|
gr
|
2,04 gr
|
|
Bunga
|
gr
|
0,98 gr
|
·
Jagung
Stadia Masak Kuning
|
Parameter
|
Berat basah
|
Berat kering
|
|
Batang
|
gr
|
9,79 gr
|
|
Akar
|
gr
|
1,75 gr
|
|
Bunga
|
gr
|
14,32gr
|
· Jagung Stadia Masak Susu
|
Parameter
|
Berat basah
|
Berat kering
|
|
Batang
|
gr
|
14,26 gr
|
|
Akar
|
gr
|
0,95 gr
|
|
Bunga
|
gr
|
11,67 gr
|
· Jagung Stadia Masak Panen
|
Parameter
|
Berat basah
|
Berat kering
|
|
Batang
|
gr
|
16,03 gr
|
|
Akar
|
gr
|
1,22 gr
|
|
Bunga
|
gr
|
31,35 gr
|
4.2 Pembahasan
4.2.1 Morfologi padi dan jagung
Morfologi tumbuhan adalah ilmu yang mengkaji berbagai
organ tumbuhan, baik bagian-bagian, bentuk maupun fungsinya. Akar adalah
bagian pokok di samping batang dan daun bagi tumbuhan yang tubuhnya
telah merupakan kormus.
Secara morfologi, tanaman padi memiliki beberapa perbedaan
dan persamaan. Persamaan morfologi tanaman jagung dan padi dapat kita lihat
dari perakarannya yaitu sama-sama memiliki akar serabut, arah tumbuh batangnya
yang teres, beruas dan berbuku, bangun
daunnya berbentuk pita,ujung daun yang sama-sama meruncing, susunan tulang
daunnya sejajar, tepi daunnya rata, daging daunnya yang juga sama-sama tipis
seperti kertas. Perbedaan morfologinya dapat kita lihat dari arah tumbuh
batangnya, pada tanaman jagung arah tumbuh batangnya tegak lurus sedangkan padi
mengangguk. Jenis batang jagung dan padi juga berbeda. Jagung memiliki batang
mendong (calamus) sedangkan jenis batang tanaman padi yaitu rumput (calmus).
Perbedaannya juga dapat kita lihat dari pangkal daunnya. Jagung memiliki
pangkal daun yang berlekuk sedangkan padi memiliki pangkal daun yang runcing
dan juga dapat kita lihat dari jenis daunnya. Daun jagung termasuk daun tunggal
sedangkan daun padi termasuk daun majemuk.
4.2.2 Komponen Hasil
·
Sampel 1
Prod/ha = €populasi x €
Prod/ha = 200.000 x 20x 60 x 19,06
gr/1000
Prod/ha = 4.803.120.000 gr/1000
Prod/ha =4.803.120 gr
Prod/ha
= 4,803 ton/ha
·
Sampel 2
Prod/ha
= €populasi x €
Prod/ha
= 200.000 x 15x 76,7x 20,24 gr/1000
Prod/ha
= 4.657.224.000 gr/1000
Prod/ha
=4.657.224 gr
Prod/ha
= 4,657 ton/ha
berdasarkan
hasil diatas, dapat kita lihat bahwa produksi per hektar tanaman padi dan
jagung yang dibudidayakan sudah termasuk lumayan. Hal tersebut tentunya dapat
diperoleh dengan memperhatikan cara budidaya yang efektif dan efisien.
4.2.3
Rendemen Hasil
R%
= 
·
Padi
R%
=
= 97,15 %
·
Jagung
R%
=
= 82,47 %
Dari data diatas dapat
kita lihat rendemen hasil tanaman padi yaitu 97% dan rendemen hasil tanaman
jagung yaitu 82,47%.
Rendemen ini penting
untuk diketahui karena dengan mengetahui rendemen hasil dapat memudahkan untuk
menganalisis berapa produksi yang diperoleh setiap kali panen dan menghitung
komponen hasilnya perhektar. Dengan begitu memudahkan para masyarakat dalam
menganalisis berapa biaya yang dikeluarkan unuk perhektar dan berapa hasil yang
akan diperoleh dari produksi perhektar.
4.2.4 Grafik Pertumbuhan
Berdasarkan hasil
padi yang diperoleh bobot batang yang
paling berat terjadi pada saat stadia masak panen karena pada saat itu
pembentukan semua organ tumbuh dan
pembentukan bulir sudah sempurna. Akar yang paling cepat pertumbuhan adalah
pada masak stadia masak susu, sedangkan pada berbunga dan bunting merupakan
permulaan tanaman padi berkembang dari stadi vegetatif awal.
Sedangkan pada jagung
batang dan perakaran yang bobot pada yang paling berat adalah pada masa stadia
bunting karena pada stadia ini merupakan tahap pengisian biji pada tongkol
jagung, sama halnya padi stadia masak susu dan masak kuning merupakan tahap
sesudah vegetatif awal, dan stadia masak panen merupakan tahap akhir dari
pertumbuhan jagung.
Pada fase stadia panen
inilah bisa melihat berapa banyak yang dihasilkan dari padi dan jagung karena
sudah berakhir masa pertumbuhan tanaman, dan sudah nampak sebeerapa hasil yang
akan diperoleh.
BAB V PENUTUP
5.1
Kesimpulan
1. Morfologi
tumbuhan ialah ilmu yang mempelajari struktur organ tumbuhan baik mengenal
akar, daun, batang, bunga, buah, maupun bijinya.
2.
Akar merupakan organ tumbuhan yang berfungsi
untuk menyerap air dan unsur-unsur hara serta untuk menompang tegaknya
tumbuhan. Batang merupakan sumbu dengan daun yang melekat padanya. Daun
merupakan bagian vegetatif dari tumbuhan, dimana proses fotosintesis dapat
berlangsung.
3.
Daun lengkap meliputi, pelepah daun, tangkai daun dan helaian daun.
4.
Bentuk metamorfosa dari akar, batang dan daun: akar ringan, stolon, kuncup,
duri, umbi, umbi lapis, sulur dan piala.
DAFTAR PUSTAKA
http://agussalim11.blogspot.co.id/2015/10/laporan-praktikum-jagung-manis.html. Diakses 29 Desember 2016
http://husnulhotimah96.blogspot.co.id/2016/10/laporan-budidaya-tanaman-jagung.html. 29 Desember 2016
https://mukegile08.wordpress.com/2011/06/08/morfologi-dan-klasifikasi-tanaman-padi/.
29 Desember 2016
https://id.wikipedia.org/wiki/Morfologi_tumbuhan. 29 Desember 2016






Tidak ada komentar:
Posting Komentar